...Air dan lumpur masuk dan menggenangi rumah warga

Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak 11 desa dari lima kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara kembali dilanda banjir akibat hujan deras dan meluapnya air sungai di wilayah setempat.

"Akibat hujan sejak sore kemarin Minggu (13/9), sampai dengan hari ini 11 desa telah terendam banjir," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Senin.

Bahron mengatakan, banjir tersebut akibat meluapkan air sungai Lawe Bulan, Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga yang tak mampu menampung lagi air hujan karena terus mengalami peningkatan.

Akhirnya, air sungai meluap ke pemukiman penduduk pada Minggu malam sekitar 21.30 WIB. Banjir ini juga membawa material kayu dan batu dan lumpur dari sungai ke rumah warga.

"Banjir bandang membawa material kayu dan batu. Air dan lumpur masuk dan menggenangi rumah warga," ujarnya.

Baca juga: BNPB: Banjir melanda, 30 warga mengungsi ke gereja di Tapteng

Tak hanya itu, lanjut Bahron, banjir ini juga berdampak terhadap rusaknya dua unit jembatan bailey yang menghubungkan antarkecamatan di sana.

"Lokasi ini (jembatan bailey) sudah di tinjau Kementerian PU, saat kunjungan Aceh Tenggara. Serta juga jebolnya beberapa tanggul sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam dan Lawe Kinga," katanya.

Adapun 11 desa yang terendam banjir tersebut yakni di Kecamatan Babussalam Desa Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Gumpang Jaya dan Kutacane Lama. Kemudian, Desa Pulonas Baru dan Lawe Durung Kecamatan Lawe Bulan.

Lalu, dua di Kecamatan Bambel yaitu Desa Pancar Iman dan Kuning I. Selanjutnya Desa Peseluk Pesimbe Kecamatan Deleng Pokhkisen, dan terakhir Desa Kuta Lesung Kecamatan Lawe Sumur.

Bahron menambahkan, untuk korban yang terdampak atau warga mengungsi banjir ini belum dapat dipastikan karena masih dalam proses pendataan. Perkembangan terakhir, air dilaporkan sudah mulai surut.

"Upaya yang dilakukan, BPBD Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat, mengerahkan anggota TRC ke lokasi melakukan pendataan, menurunkan satu unit alat berat eskavator," demikian Bahron Bakti.

Baca juga: Pemkab Parigi Moutong perpanjang tanggap darurat banjir 14 hari

Baca juga: BPBD Sumut catat 733 jiwa terdampak banjir di Deliserdang

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.