Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis gizi klinik Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM menyampaikan bahwa saat musim kemarau tubuh akan lebih banyak kehilangan cairan terutama melalui keringat yang bisa berisiko dehidrasi.

“Kenapa dehidrasi tidak boleh diabaikan? karena cairan berperan penting dalam kesehatan, untuk menjaga suhu tubuh, sirkulasi darah, fungsi ginjal, hingga keseimbangan elektrolit,” kata Raissa ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kurang cairan bisa menyebabkan tubuh cepat lelah, konsentrasi menurun, sakit kepala, bahkan hingga tekanan darah turun, gangguan ginjal, dan penurunan kesadaran.

Baca juga: 6 tanda tubuh kekurangan cairan saat cuaca panas

⁠⁠Gejala yang perlu diwaspadai bisa menjadi tanda seseorang kekurangan cairan, kata Raissa, meliputi rasa haus, bibir kering, mulut kering, sakit kepala, lemas, sulit konsentrasi, warna urin pekat, frekuensi buang air kecil menurun.

“Gejala yang lebih berat lagi: pusing saat berdiri, jantung berdebar cepat, lemas, kebingungan, penurunan kesadaran,” ujar dokter yang menamatkan spesialis gizi klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Raissa menyampaikan langkah yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah dehidrasi terutama saat musim kemarau, salah satunya mengonsumsi air putih secara berkala.

Baca juga: Pantau hidrasi lewat warna urine saat cuaca panas

“Jangan tunggu haus baru minum. Biasakan minum berkala. Minum lebih sering terutama jika banyak berkeringat,” kata dia.

Untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi di musim kemarau, Raissa merekomendasikan makanan dengan kandungan air yang tinggi seperti buah dan sayuran, di antaranya semangka, melon, jeruk, pir, stroberi, ketimun, tomat, sayuran berkuah.

“Minuman elektrolit jika berkeringat sangat banyak atau olahraga intens,” imbuh dia.

Baca juga: 10 tanda tubuh kekurangan air yang sering diabaikan

Ia menyarankan penggunaan pelindung paparan matahari terutama saat harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, warna urin juga dapat digunakan sebagai salah satu indikator kecukupan cairan tubuh.

“Kalau warna (urin) makin pekat, bisa jadi itu tanda tubuh perlu lebih banyak cairan,” ujar dokter yang berpraktik di RS MMC itu.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi menghadapi kemarau yang lebih panjang serta kering mengingat El Nino diperkirakan baru akan mulai meluruh pada awal tahun 2027 mendatang.

Baca juga: Cegah dehidrasi dengan tujuh cara ini

Baca juga: Kebiasaan menjaga hidrasi saat aktivitas fisik

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.