Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menyampaikan penguatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, desain, serta peningkatan nilai tambah mampu mendorong industri mebel dan kerajinan agar semakin berdaya saing di pasar global.
Menurut Sobur, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat industri mebel dan kerajinan dunia yang meliputi kekayaan bahan baku, keterampilan perajin, keragaman budaya, kemampuan desain, dan basis produksi di berbagai daerah.
Namun, kata dia dalam pernyataan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, penguatan desain, peningkatan nilai tambah, serta perluasan akses pasar.
"Indonesia tidak cukup hanya dikenal sebagai pemasok bahan baku atau produk berbiaya murah. Kita harus naik kelas menjadi bangsa pencipta produk bernilai tambah tinggi, berkarakter Indonesia, berkelanjutan, dan diperhitungkan di pasar dunia," katanya.
Adapun disampaikan dia pula, pihaknya pada hari ini hingga 16 September menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 HIMKI di Denpasar, Bali.
Munas tersebut menjadi momentum bagi pihaknya untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menentukan arah strategis dalam menghadapi perubahan industri global, sekaligus momentum regenerasi dengan tetap menjaga kesinambungan.
Ketua Steering Committee (SC) Munas ke-4 HIMKI A Kuswidiarso menyampaikan forum tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk mengevaluasi capaian dan tantangan sekaligus menentukan arah organisasi.
"Munas ini merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi atas perjalanan organisasi, mengevaluasi capaian dan tantangan yang telah kita lalui, sekaligus menentukan arah strategis HIMKI untuk tiga tahun ke depan," ujar Kuswidiarso.
Menurut dia, perubahan lingkungan usaha menuntut HIMKI menyesuaikan arah organisasi dengan tantangan industri yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan rantai pasok global, perkembangan teknologi, hingga perubahan perilaku konsumen.
Ketua Organizing Committee (OC) Munas ke-4 HIMKI Hani Duarsa menyampaikan panitia telah menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan, termasuk venue, akomodasi, registrasi peserta, dan persidangan.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan serta peningkatan daya saing industri nasional.
Sektor ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global yang nilainya mencapai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.
Kemenperin menilai dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu memimpin dalam aspek desain dan keberlanjutan.
Baca juga: HIMKI perkuat adopsi teknologi pacu daya saing industri furnitur
Baca juga: HIMKI dorong transformasi kerajinan capai ekspor 6 miliar dolar AS
Baca juga: HIMKI bidik pengembangan kekuatan ekspor industri kerajinan di Jabar
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.