Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UAE) Abdullah bin Zayed Al Nahyan membahas upaya untuk mencegah meluasnya konflik regional bersama mitranya dari Arab Saudi dan Irak pada Minggu (13/9) di tengah perkembangan dinamis situasi di Timur Tengah.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, kedua pihak membahas perkembangan regional dan upaya meredam eskalasi, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Keduanya juga menekankan pentingnya mengoordinasikan sikap dan memperkuat kerja sama negara-negara Teluk untuk melindungi keamanan serta kepentingan sejumlah negara di kawasan tersebut.
Abdullah secara terpisah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein. Menurut Kementerian Luar Negeri Irak, pembicaraan mencakup keamanan regional, perkembangan di Yaman, dan hubungan Irak dengan negara-negara Teluk.
Kedua menteri menekankan perlunya menghindari eskalasi lebih lanjut serta menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara damai dan perundingan.
Baca juga: Irak-Iran akan selidiki serangan ke jalur pipa minyak Arab Saudi
Hussein juga menegaskan kembali komitmen Baghdad terhadap stabilitas di kawasan dan dialog.
Komunikasi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan pesawat nirawak terhadap jalur pipa minyak East-West Arab Saudi. Riyadh mengatakan serangan itu dilancarkan dari wilayah Irak.
Baghdad mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah wilayah Irak digunakan sebagai tempat untuk mengancam negara-negara tetangga.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran sebut pertemuan di Oman dibatalkan atas permintaan Arab Saudi
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.