Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia aman, sebab sudah mendapatkan kontrak jangka panjang dari Amerika Serikat (AS).
“LPG no issue (tidak ada masalah), karena kita sudah mendapat kontrak jangka panjang,” ucap Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin.
Bahlil menyampaikan kontrak jangka panjang tersebut merupakan bagian dari kesepakatan impor komoditas energi dari Amerika Serikat (AS) sebesar 15 miliar dolar AS.
Oleh karena itu, selain menjamin ketersediaan LPG di Indonesia, Bahlil juga menjamin tidak akan menaikkan harga LPG nonsubsidi.
Baca juga: ESDM perkuat basis data penerima LPG 3 kg untuk subsidi tepat sasaran
Sementara itu, terkait dengan rencana impor LPG dari Rusia, Bahlil menyampaikan kerja sama antara Indonesia-Rusia masih di ranah impor minyak mentah (crude).
“Kalau kontrak jangka panjang kita dari LPG kan salah satu antaranya dari Amerika. Kalau di Rusia itu, kami baru bicara pada tataran crude, minyak. Kalau LPG masih dari Amerika, ya,” ucap Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil juga menegaskan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional aman, yakni di kisaran 20 hari sebagaimana standar nasional minimal yang berkisar di angka 21–28 hari.
Pernyataan tersebut terkait dengan antrean panjang pembelian BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), utamanya yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.