Jakarta (ANTARA) - Tim SAR Batalyon A Pelopor Brimob Polda Metro Jaya membantu mengatasi kebakaran di kawasan Pasar Asemka, Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, Senin.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menjelaskan kebakaran terjadi di sebuah gudang tekstil dan merembet ke sejumlah ruko di sekitar lokasi.
"Satu unit AWC (Armored Water Cannon) dikerahkan untuk mendukung penanganan bersama petugas pemadam kebakaran," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Setibanya di lokasi, api telah berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB. Personel kemudian membantu proses pendinginan dan memantau kondisi sekitar untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.
Henik juga mengatakan, kesiapsiagaan personel menjadi bagian dari upaya merespons setiap kejadian yang membutuhkan penanganan cepat, termasuk kebakaran.
“Setiap informasi dari masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” ujarnya.
Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik dan berdampak pada gudang tekstil serta sejumlah ruko di sekitar lokasi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Setelah proses pendinginan selesai, situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan terkendali.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik.
“Kami mengajak masyarakat untuk memastikan kondisi instalasi listrik tetap aman dan segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat agar dapat ditangani dengan cepat,” ujar Budi.
Baca juga: Kebakaran melanda sejumlah rumah di Jelambar, 85 personel dikerahkan
Baca juga: Gulkarmat: Cuaca panas picu kebakaran lahan di Jakarta Utara
Baca juga: Kebakaran hebat di Srengseng Jakbar, 110 personel diterjunkan
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.