Islamabad (ANTARA) - China telah memberi tahu sejumlah kedutaan asing mengenai prosedur pengambilan sampel DNA dari keluarga warga negara asing yang hilang setelah banjir dan tanah longsor mematikan di perbatasan Nepal-Tibet pada bulan lalu, demikian pernyataan Beijing, Senin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan otoritas China terus melakukan operasi pencarian dan identifikasi di Daerah Otonomi Xizang, yang juga dikenal sebagai Tibet.

“China telah memberi tahu kedutaan asing terkait di China mengenai prosedur pengambilan sampel DNA dari keluarga orang-orang yang hilang,” kata Guo kepada wartawan di Beijing.

Jika jenazah korban asing ditemukan dan identitasnya telah dipastikan, kedutaan terkait akan segera diberi tahu mengenai pengaturan penanganan jenazah tersebut, tambahnya.

Otoritas di Xizang juga telah membuka saluran hotline untuk membantu keluarga warga negara asing yang hilang.

Di pihak Nepal, sebanyak 1.385 orang telah dipastikan meninggal dunia dan 5.130 orang masih hilang, menurut data terbaru yang dipublikasikan Otoritas Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) melalui portal pembaruan banjir pemerintah.

Otoritas tersebut mengatakan 13.676 orang telah diselamatkan, sementara 21.022 personel keamanan dikerahkan untuk operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan.

Sebanyak 587 wisatawan asing termasuk di antara orang yang hilang di Nepal. Otoritas mengatakan jumlah orang hilang tersebut masih dalam proses verifikasi dan dapat mencakup jenazah yang belum teridentifikasi serta orang-orang yang telah berhasil diselamatkan.

Di pihak China, jumlah korban meninggal tetap 43 orang, sementara 519 orang masih hilang, termasuk 261 warga negara asing, di Xizang.

Bencana tersebut terjadi pada Rabu (26/8) ketika gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter.

Retakan tersebut memicu longsoran es dan batu yang kemudian berubah menjadi aliran material puing berskala besar dan menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan.

Banjir dan tanah longsor itu menghancurkan sejumlah wilayah di Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre di Nepal, serta Lembah Kathmandu.

Bencana tersebut juga menimbun titik perlintasan perbatasan Gyirong di Xizang.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Nepal perlu Rp83,6 triliun untuk pemulihan awal pascabencana

Baca juga: Korban tewas bencana Nepal naik menjadi 1.367 orang

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.