London (ANTARA) - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai penyatuan Irlandia dan Irlandia Utara, salah satu bagian konstituen Britania Raya, memicu penolakan keras dari Inggris.

Dalam kunjungan selama dua hari ke Irlandia, Trump pada Sabtu (12/9) mengatakan bahwa dia sangat ingin melihat penyatuan Irlandia dan Irlandia Utara.

"Seperti biasa, Presiden Trump berbicara tanpa pertimbangan, sama seperti yang dia lakukan terkait Greenland dan Kanada yang ingin dia jadikan sebagai negara bagian ke-51," kata pemimpin Partai Konservatif Inggris Kemi Badenoch di platform X pada Sabtu.

Dia menegaskan bahwa Irlandia Utara adalah bagian dari Inggris.

"Saya tidak setuju dengan Presiden Trump. Irlandia Utara adalah bagian yang membanggakan dan tak terpisahkan dari Inggris," ujar pemimpin Partai Reformasi Inggris Nigel Farage di X pada hari yang sama.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.