Moskow (ANTARA) - Turkiye diperkirakan akan mengajukan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah ke parlemen untuk mendapat persetujuan pada Oktober, setelah itu perjanjian tersebut akan diratifikasi oleh presiden, menurut portal berita Middle East Eye yang mengutip seorang pejabat Turkiye.

Pakta pertahanan antara Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan tersebut belum berlaku karena perjanjian masih harus melalui prosedur persetujuan internal di masing-masing negara peserta, menurut laporan yang diterbitkan pada Senin.

Menurut pejabat tersebut, “masyarakat tidak ingin memahami, tetapi yang kami bangun bukan hanya aliansi keamanan, melainkan sebenarnya sebuah organisasi internasional.”

Pejabat itu dilaporkan mengatakan bahwa bahkan setelah pakta tersebut mulai berlaku, ketiga negara masih membutuhkan waktu untuk membentuk mekanisme penilaian ancaman, konsultasi, dan koordinasi jika diperlukan bantuan.

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye menandatangani Perjanjian Mekkah pada 7 Agustus.

Dokumen tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Pakta itu juga mencakup perluasan kerja sama dan koordinasi militer, serta proyek bersama di bidang industri pertahanan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Turkiye, Pakistan, Saudi bentuk sekretariat Pakta Pertahanan Mekkah

Baca juga: Iran dukung Pakta Pertahanan Mekkah, cerminkan persatuan Islam

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.