Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan sekitar 6.000 hektare lahan dalam program revitalisasi tambak pantai utara (Pantura) Pukau Jawa siap direvitalisasi, sementara pemerintah masih menyelesaikan persoalan pertanahan pada area lainnya.

Ia menyampaikan hal tersebut seusai rapat koordinasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa.

“Tambak-tambak yang sudah ada, tidak produktif lagi, terbengkalai, ini akan direvitalisasi,” kata Zulhas.

Menko Pangan mengatakan cakupan yang sebelumnya disiapkan sekitar 20.000 hektare. Namun lahan yang saat ini siap direvitalisasi baru sekitar 6.000 hektare.

Baca juga: KKP akan libatkan Agrinas Jaladri di revitalisasi tambak Pantura Jawa

“Tadinya sekitar 20.000, tetapi yang siap baru 6.000, ya. Masalah tanah sedang kita selesaikan,” ujarnya.

Zulhas menyebut percepatan revitalisasi tambak Pantura Jawa menjadi salah satu program pemerintah untuk mengoptimalkan kembali tambak yang tidak produktif.

Dalam pembaruan program pada Juli 2026, KKP mencantumkan revitalisasi tambak Pantura Jawa seluas sekitar 14.000 hektare sebagai salah satu program kerja prioritas nasional sektor kelautan dan perikanan.

KKP bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah sebelumnya menyepakati kerja sama revitalisasi sekitar 20.413,25 hektare tambak di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu pada Juni 2025.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.