Gubernur minta seluruh pihak agar waspada potensi bencana, karena sekarang musim hujan. Bencana hidrometeorologi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil
Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengingatkan masyarakat serta seluruh pihak terkait untuk mewaspadai potensi bencana saat hujan deras, mengingat saat ini wilayah tengah Aceh mulai kembali dilanda banjir dan longsor.
"Gubernur minta seluruh pihak agar waspada potensi bencana, karena sekarang musim hujan. Bencana hidrometeorologi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” kata Juru Bicara Pemerintah Provinsi Aceh Nurlis Effendi di Banda Aceh, Selasa.
Berdasarkan laporan yang diterima, lanjutnya, bencana banjir dan longsor mulai kembali melanda Aceh dalam dua hari terakhir di wilayah dataran tinggi Aceh yakni Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kata Nurlis, bencana pertama terjadi di Gayo Lues pada Minggu (13/9) siang yakni banjir di Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Sedangkan tanah longsor terjadi di Kecamatan Putri Betung. Ruas jalan Blangkejeren - Kutacane tidak dapat dilalui akibat material longsor.
Baca juga: BNPB: Satu meninggal dunia dan 13 luka-luka akibat longsor di Aceh
Kemudian bencana banjir menular ke Aceh Tenggara terjadi Minggu (13/9) malam. Lokasi bencana menimpa 11 desa yang tersebar dalam lima kecamatan. Dampaknya, rumah warga terendam lumpur, jembatan terdampak, tanggul jebol, akses jalan dan fasilitas umum terganggu.
Lalu di Aceh Tengah, bencana longsor terjadi pada Senin (14/9) dini hari tersebar di empat kecamatan. Dampaknya, 13 orang luka-luka, dan satu orang meninggal dunia. Seluruh korban luka dirawat di RSUD Datu Beru.
"Dilaporkan, saat ini sudah dilakukan upaya penanganan evakuasi korban dan pembersihan material longsor. Selain itu juga pemantauan kondisi wilayah dan pendataan lanjutan," ujar Nurlis.
Baca juga: Lima kecamatan di Aceh Tenggara dilanda banjir akibat sungai meluap
Nurlis menuturkan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Aceh berada dalam status waspada dengan potensi hujan berintensitas sedang-lebat mulai September ini.
Karena itu, lanjut dia, Gubernur Aceh meminta adanya langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh bersama seluruh unsur terkait perlu memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, termasuk koordinasi dan respons cepat di lapangan.
Pihaknya juga menekankan pentingnya sinergi dan dukungan seluruh unsur Forkopimda Aceh, termasuk TNI dan Polri, bersama pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta sama memperkuat kesiapsiagaan ini.
"Kolaborasi penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons di lapangan, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas bersama," kata Nurlis Effendi.
Baca juga: Dua korban tanah longsor Aceh Tengah dirujuk ke RSUDZA
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.