Berdasarkan data per tanggal 9 September 2026 diperkirakan terdampak puso sebanyak 311,75 hektare

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyebut sedikitnya sekitar 311,75 hektare lahan pertanian sawah di daerah itu terancam mengalami gagal panen atau puso akibat dampak kemarau panjang 2026.

"Berdasarkan data per tanggal 9 September 2026 diperkirakan terdampak puso sebanyak 311,75 hektare," kata Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan dari luas lahan pertanian yang terancam mengalami gagal panen saat ini berpotensi meluas dan bertambah seiring musim kemarau yang masih berlangsung.

Baca juga: Bencana kekeringan di Tangerang meluas hingga 16 kecamatan

"Dan diperkirakan akan bertambah sejalan dengan kondisi iklim sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG," kata Ujang Sudiartono.
‎
Ia mengungkapkan luas lahan sawah yang mengalami gagal panen tersebut tersebar di 17 wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten.
‎
Sementara untuk sebaran kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, Kronjo, Solear, Panongan, Teluknaga, Mekar Baru, Jambe, Pakuhaji, Sindang Jaya, Rajeg, Sukadiri, Kemiri, Mauk, Sukamulya, dan Kresek.

Baca juga: Lahan pertanian terdampak kekeringan di Tangerang bertambah
‎
‎"Tersebar di 17 kecamatan dan 27 desa terdata sebagai wilayah yang terdampak," ucap Ujang Sudiartono.
‎
Dalam hal ini Pemkab Tangerang telah menyiapkan beberapa optimalisasi penanganan dampak kemarau terhadap para petani, seperti memberikan benih pengganti yang lahannya mengalami gagal panen tersebut.
‎
‎"Pemkab Tangerang berkolaborasi dengan Pemprov Banten berupaya menyiapkan benih pengganti bagi para petani yang mengalami puso," kata Ujang Sudiartono.

Baca juga: Ribuan hektare sawah di Tangerang Banten terancam kekeringan

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.