Makassar, Sulsel (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan di Sulawesi Selatan melalui penyelenggaraan Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat ajang BWU di Makassar, Selasa, mengatakan, kewirausahaan merupakan salah satu pilihan strategis untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, sekaligus menggerakkan perekonomian.

Menurut Maman, pengembangan kewirausahaan tidak dapat dilakukan melalui program yang berjalan sendiri-sendiri maupun kegiatan yang berhenti pada seremoni.

Ia menjelaskan pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan sebesar 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045, sehingga diperlukan ekosistem kewirausahaan yang sehat, kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional sebagai kebijakan tunggal.

Sekaligus payung kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, lembaga inkubator, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan tersebut, Maman juga menekankan pentingnya memastikan pemilik usaha tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan bisnisnya.

Untuk itu, Kementerian UMKM mengembangkan SAPA UMKM sebagai platform yang menghubungkan pengusaha dengan berbagai layanan pengembangan usaha.

Melalui SAPA UMKM, pemilik usaha dapat terhubung dengan layanan legalitas, peningkatan kapasitas, pembiayaan, standardisasi, sertifikasi, teknologi, kemitraan, hingga pemasaran.

Maman menjelaskan setiap layanan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan usaha. Legalitas membangun kepercayaan, pembukuan membuka akses pembiayaan, sertifikasi memperluas pasar, teknologi meningkatkan produktivitas, sementara kemitraan membantu UMKM memperbesar skala bisnis.

"Pemerintah tidak dapat membangun ekosistem tersebut sendirian. Perguruan tinggi harus menghubungkan riset dan inovasi dengan kebutuhan pasar. Lembaga pembiayaan perlu menyediakan skema sesuai kebutuhan dan tahapan usaha," ujarnya.

"Dunia usaha harus membuka rantai pasok dan kemitraan. Lembaga inkubator dan pendamping harus memastikan wirausaha tidak berjalan sendirian setelah pelatihan berakhir," tegasnya.

Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam BWU Sulawesi Selatan 2026 yang melibatkan 31 lembaga mitra, yang terdiri atas lembaga pembiayaan, inkubator, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, platform digital, hingga mitra strategis lainnya.

Salah satu agenda utama BWU Sulawesi Selatan 2026 adalah akad massal kredit usaha rakyat (KUR) bagi 400 UMKM yang mendapatkan pembiayaan melalui lima penyalur KUR, yakni BPD Sulselbar, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Pegadaian Syariah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pemilik usaha dengan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan bisnis mereka.

Baca juga: Menteri UMKM apresiasi penyaluran KUR Sulsel hingga Rp12,5 triliun

Baca juga: Dekranasda Makassar tampilkan kerajinan UMKM ke Delegasi Internasional

Baca juga: Kementerian UMKM-Unhas berkolaborasi tingkatkan wirausaha muda

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.