Beijing (ANTARA) - Jumlah korban meninggal akibat bencana tanah longsor di Nepal utara kini mencapai 1.396 orang, menurut laporan China Central Television (CCTV) dengan mengutip otoritas Nepal pada Selasa.

Sebelumnya, jumlah korban tewas dalam bencana tersebut dilaporkan sebanyak 1.367 orang.

Seorang perempuan di Nepal dilaporkan selamat setelah terjebak selama 10 hari di bawah reruntuhan, menurut Kathmandu Post, Sabtu (5/9), yang mengutip Kepolisian Bersenjata Nepal.

Baca juga: Nepal perlu Rp83,6 triliun untuk pemulihan awal pascabencana

Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot, 10 hari setelah banjir melanda.

Dia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dievakuasi dengan menggunakan helikopter ke sebuah pangkalan militer Nepal untuk mendapatkan perawatan medis.

Banjir bandang melanda wilayah utara Nepal pada Rabu pagi (26/8) setelah aliran air deras menyapu masuk ke Sungai Bhotekoshi. Banjir tersebut terjadi setelah gletser mengalami penyusutan yang kemudian memicu tanah longsor.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Bencana serupa banjir bandang Nepal diprediksi ancam AS

Baca juga: Korban tewas bencana Nepal naik menjadi 1.367 orang

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.