Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian dalam mengamankan dan mengendalikan situasi pascabentrokan yang terjadi di Setokok, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dia meminta Polda Kepri dan Polresta Barelang tidak hanya fokus pada penanganan pascakejadian, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan guna mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.

"Polda Kepri dan Polresta Barelang perlu terus memperkuat langkah preventif. Jangan sampai ada aksi balasan atau bentrokan susulan yang kemudian membuat persoalan semakin meluas," kata Rizki dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, aparat perlu memperketat pengamanan di lokasi kejadian maupun titik-titik yang berpotensi menjadi sumber konflik lanjutan. Dia pun mendorong aparat melakukan penegakan hukum secara tegas, terukur, profesional, dan objektif terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam bentrokan.

"Tetapi prosesnya harus tetap profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti. Ini penting agar masyarakat mendapatkan rasa keadilan sekaligus kepastian hukum," katanya.

Rizki menegaskan bahwa penyelesaian akar persoalan merupakan hal yang penting untuk dilakukan apabila bentrokan tersebut berkaitan dengan sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama. Setiap persoalan hukum, kata dia, harus diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, bukan dengan menggunakan kekerasan.

"Kalau ada persoalan atau sengketa, selesaikan melalui jalur hukum. Bukan dengan kekerasan. Negara memiliki mekanisme hukum untuk menyelesaikan setiap persoalan," ucapnya.

Selain penegakan hukum, dia meminta aparat dan seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi dengan masyarakat serta pihak-pihak yang berselisih.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperkeruh suasana.

"Yang kita jaga bukan hanya situasi hari ini, tetapi juga jangan sampai persoalan ini meninggalkan konflik baru di kemudian hari. Masyarakat harus merasa aman, dan setiap persoalan harus diselesaikan melalui hukum," ujar Rizki.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) bersama jajaran Polresta Barelang memeriksa sekitar 10 orang saksi dari kerusuhan yang terjadi di kawasan Setokok, Kota Batam, hingga menewaskan dua orang pada Senin (14/8).

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menjelaskan pemeriksaan itu dilakukan terhadap dua kelompok yang berbenturan dalam kerusuhan tersebut, agar selanjutnya dapat menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.