Tokyo (ANTARA) - Jepang, Selasa, memutuskan memberikan sekitar 2 juta dolar AS (sekitar Rp35,37 miliar) kepada Nepal untuk membantu mengidentifikasi jenazah yang ditemukan setelah banjir besar dan tanah longsor di dekat perbatasan negara tersebut dengan China pada akhir bulan lalu, kata Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi.
Motegi mengatakan dalam konferensi pers bahwa dana itu akan digunakan untuk menyediakan peralatan pengujian DNA dan mengirim tim ahli ke Nepal untuk mendukung proses identifikasi jenazah.
Motegi juga mengatakan Jepang sedang menyiapkan bantuan darurat tambahan berupa berbagai perlengkapan serta melakukan survei melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) mengenai kebutuhan setempat untuk pemulihan dan rekonstruksi dalam jangka menengah hingga panjang.
“Kami berencana untuk terus memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada Nepal, sahabat lama kami,” kata Motegi.
Sejak bencana pada 26 Agustus, Jepang telah menyumbangkan perlengkapan bantuan darurat seperti tenda dan selimut. Jepang juga mengatakan akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai 3 juta dolar AS (sekitar Rp53,05 miliar) kepada Nepal untuk kebutuhan pangan, air, sanitasi, dan perlengkapan penting.
Hingga Jumat, jumlah korban meninggal di Nepal telah melampaui 1.300 orang dan lebih dari 5.000 orang masih belum diketahui keberadaannya. Sebuah keluarga beranggotakan lima orang dari Osaka, Jepang bagian barat, termasuk di antara mereka yang belum ditemukan.
Sumber: Kyodo-OANA
Baca juga: China siapkan prosedur DNA untuk identifikasi WNA bencana Nepal-Tibet
Baca juga: Nepal perlu Rp83,6 triliun untuk pemulihan awal pascabencana
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.