Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menilai bahwa penggunaan kimpul atau yang akrab dikenal sebagai talas Belitung sebagai bahan pengganti pangan yang belakangan viral di media sosial telah mengangkat kekayaan gastronomi Indonesia.
"Tren pariwisata itu sedang mengarah pada semakin lokal, akan semakin istimewa. Semakin ada di sekitar kita, semakin di cari. Bagi kalangan milenial itu sudah biasa, tapi mungkin bagi gen Z kimpul itu jadi sebuah tren yang menarik," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy di Jakarta, Selasa.
Made menyampaikan penggunaan kimpul sebagai salah satu pangan yang dapat dikonsumsi dalam cara yang sehat dan menarik, akan mengundang orang lain untuk mencoba cita rasa dari bahan tersebut hingga mengeksplorasi cita rasanya untuk dikombinasikan menjadi hidangan unik.
Di sisi lain, berbagai menu yang dibuat menggunakan talas akan mengangkat nilai dari bahan tersebut.
Baca juga: Kementan perkenalkan kimpul sebagai alternatif pangan pengganti beras
Dia juga menilai bahwa adanya kemajuan teknologi dan media sosial pada masa kini sangat bermanfaat bagi sektor pariwisata dalam mempromosikan suatu daya tarik bangsa baik dari segi kuliner, atraksi maupun kekayaan alam dan budaya.
Sebuah upaya yang sedang Kementerian Pariwisata lakukan untuk mengangkat bahan-bahan pangan lokal Indonesia lagar ebih dikenal oleh dunia adalah dengan menyelenggarakan "Wonderful Indonesia Gastronomy 2026" yang mengangkat soal kearifan lokal, tradisi serta filosofi di balik makanan, hingga bagaimana seluruh kekayaan tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman gastronomi masa kini.
Ketua Indonesia Gastronomy Network (IGN) Vita Datau menambahkan bahwa semakin dikenalnya talas Belitung itu di jagat media sosial akan memperkaya edukasi masyarakat dunia mengenai keberagaman pangan Indonesia.
Berbagai hidangan yang diciptakan merupakan bukti menarik dari meningkatnya kesadaran akan makanan sehat menggunakan panganan lokal.
"Indonesia itu harus mengklaim dirinya sebagai negara yang mempunyai aset gastronomi terkaya, salah satunya adalah kimpul. Dan jangan lupa ada hal lain seperti sagu atau segala macam di seluruh Nusantara," kata Vita.
Menurut Vita, kemajuan teknologi sudah sangat membantu untuk mempromosikan berbagai bahan pangan lokal suatu daerah. Namun, hal yang terpenting adalah bagaimana pemerintah bersama pihaknya dapat memajukan para pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dari produk yang diperkenalkan pada pasar secara luas.
Ekosistem yang dibangun, katanya, harus bisa memberikan keuntungan pada tiap pelaku yang terlibat dalam rantai produksi secara berkelanjutan.
Sebuah akun dengan nama pengguna @black.sheep8208 menarik pengguna lain di media sosial TikTok usai membagikan berbagai variasi menu yang menggunakan kimpul.
Sang pemilik akun kerap mengganti salah satu bahan dengan kimpul untuk membuat hidangan-hidangan yang kekinian. Misalnya, seperti camilan hashbrown yang kerap menggunakan bahan utama kentang, dibuat menjadi kimpulbrown.
Menu lain yang menarik adalah camilan asal Thailand yakni mango sticky rice, yang diubahnya menjadi mango sticky kimpul.
Baca juga: Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 angkat asal usul hidangan lokal
Baca juga: Menteri Pariwisata sebut Indonesia berpotensi jadi pusat gastronomi
Baca juga: Menpar tekankan pentingnya peningkatan layanan wisata gastronomi
Baca juga: Wamenpar tekankan posisi strategis gastronomi bagi pariwisata
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.