Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyalurkan air bersih gratis bagi warga terdampak kesulitan air selama musim kemarau, tepatnya di Jalan Tridharma X, RT 02/RW 08, Pondok Labu, Cilandak.
"Kami melaksanakan bantuan pengiriman air bersih, kita kerjasama dengan BPBD dan PAM karena kita menerima laporan dari salah satu warga di Kelurahan Pondok Labu, terkait kekeringan di sekitar wilayah rumahnya," kata Lurah Pondok Labu, Nachnoer Vernier Atom, kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Vernier mengatakan awalnya pihaknya menerima laporan dari warga dan langsung mendatangi lokasi dengan memberikan bantuan berupa truk tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Selatan (BPBD Jaksel) sebanyak 5.000 liter.
Menurut dia, bantuan air bersih gratis ini sangat dibutuhkan warga mengingat debit air dari pompa yang semakin kecil dan cuaca kemarau yang berkepanjangan di kawasan Pondok Labu.
Tak hanya satu rumah, pihaknya hingga kini masih mendata titik-titik krisis air di wilayah Pondok Labu dengan RT dan RW. Pendataan dilakukan sebagai antisipasi kekurangan air bersih.
"Kita juga sudah dari tingkat kota mengedarkan surat untuk melakukan pendataan mana saja titik-titik yang memerlukan bantuan air bersih. Jadi upaya dari kami sudah melakukan, mengedarkan kepada RT dan RW untuk mendata mana saja yang membutuhkan," katanya.
Dia menegaskan warga bisa menghubungi pihak kelurahan dan BPBD Jakarta Selatan untuk bisa mendapatkan air secara gratis.
"Jadi kalau misalkan ada yang memerlukan air bersih, bisa menghubungi kami dari Kelurahan Pondok Labu ataupun dari BPBD tingkat kota maupun provinsi," katanya.
Sebelumnya, viral di threads seorang warga Pondok Labu mengeluhkan kurangnya debit air di rumahnya selama dua minggu.
Baca juga: PPKUKM Jaksel dorong penataan Pasar Pondok Labu guna tarik pengunjung
Baca juga: PPKUKM Jaksel dorong pangan murah untuk hidupkan Pasar Pondok Labu
Baca juga: Dari Rp10 Juta ke Rp1 Juta, pedagang cerita redupnya Pasar Pondok Labu
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.