Jakarta (ANTARA) - Warga terdampak krisis di Jalan Tridharma X, RT 02/RW 08, Pondok Labu, Cilandak mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyalurkan bantuan air bersih.

“Responnya luar biasa, cepat sekali. Kemarin juga langsung datang untuk kasih bantuan teknis. Jadi sangat-sangat terbantu,” kata warga bernama Patricia (39) kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Patricia mengatakan debit air dari pompa air di rumahnya semakin kecil. Bahkan, air disebut hanya muncul pada waktu-waktu tertentu.

“Keluar airnya kecil dan kalau di rumahku adanya itu kalau kita nyalain pompanya pas subuh. Kalau sekitar jam 22.00 WIB atau 24.00 WIB malam itu tetap enggak ada,” ucapnya.

Dia menambahkan, persoalan sebenarnya telah mulai dirasakan sejak Agustus. Namun, kondisinya menjadi jauh lebih buruk dalam beberapa waktu terakhir.

“Yang paling buruk itu aku rasain dua minggu terakhir. Sebelumnya sebenarnya dari Agustus,” katanya.

Kondisi itu membuatnya harus mencari cara agar kebutuhan air sehari-hari tetap terpenuhi. Hingga akhirnya, keluhan tersebut disampaikan melalui Threads untuk menyampaikan persoalan yang dialaminya.

Terlebih, Patricia melihat banyak warga yang menyampaikan keluhan serupa dengan menandai akun Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan pejabat terkait.

“Karena sudah tidak ada harapan dan enggak tau gimana lagi. Jadi aku nge-Threads dan langsung ditanggapi teman-teman Pemkot,” ucapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Selatan (BPBD Jaksel) mengerahkan armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan atau mengalami kesulitan air selama musim kemarau.

BPBD Jakarta Selatan meminta warga yang masih menggunakan air tanah untuk beralih menggunakan layanan air bersih perpipaan yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PAM Jaya. Sehingga, nantinya wilayah tersebut juga akan menjadi Zona Bebas Air Tanah (ZOBAT).

Baca juga: Pemkot Jaksel salurkan air gratis bagi warga terdampak musim kemarau

Baca juga: Kemarau ekstrem, anggota DPR dorong penanganan krisis air basis data

Baca juga: Pontianak siapakan 1 juta liter air tawar hadapi krisis air baku

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.