Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengantarkan langsung bantuan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke salah satu rumah warga lansia di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya.
"Kami harap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya," katanya di sela kegiatan itu, di Palangka Raya, Selasa sore.
Pengantaran langsung sejumlah bantuan yang terdiri atas pangan, masker, vitamin, hingga oksigen mini kepada lansia tersebut dilakukan secara spontan oleh Gubernur Agustiar di sela meninjau pendistribusian bantuan kepada masyarakat setempat.
Ia mengatakan kehadiran langsung ke lokasi, lantaran ingin memastikan setiap program dilaksanakan Pemprov Kalteng, terutama berkaitan penyaluran bantuan bagi masyarakat, terlaksana dengan baik serta tepat sasaran.
Hari ini, ia beserta jajaran mengawal langsung penyaluran bantuan ke Petuk Katimpun serta Sei Gohong, Kota Palangka Raya. Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan tunai Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), bantuan pangan penanganan karhutla, hingga pemberian masker serta vitamin.
Baca juga: Kalteng terus pacu penanganan karhutla hingga distribusi air bersih
Bantuan tunai KHBS menyasar 333 penerima di Petuk Katimpun dan 179 penerima di Sei Gohong. Selain itu, ratusan bantuan pangan disalurkan kepada mereka di luar penerima KHBS.
"Semoga bantuan yang disalurkan bisa membantu meringankan beban warga. Termasuk pemberian masker hingga vitamin, agar kesehatan kita tetap terjaga di tengah kondisi saat ini," katarnya.
Agustiar menegaskan upaya penanganan karhutla hingga kini terus dilakukan secara berkelanjutan, baik pemadaman di berbagai lokasi maupun penanggulangan terhadap dampak kebakaran.
Baca juga: Gubernur Kalteng ajak warga mengakses dan manfaatkan rumah oksigen
Baca juga: Gubernur Kalteng bagikan masker dorong warga lindungi diri dari asap
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.