Palembang (ANTARA) - Sejumlah pewarta asal Kota Palembang, Sumatera Selatan, menggelar doa bersama untuk jurnalis dan anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak di Selat Sunda saat melaksanakan tugas peliputan di Gunung Anak Krakatau.

Pewarta Senior Sumatera Selatan Oktaf Riyadi saat kegiatan itu di Palembang, Selasa, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam. Ia menilai bahwa risiko profesi seorang jurnalis di lapangan kerap kali mengancam keselamatan jiwa.

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antar-insan pers dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Dukungan moral dari rekan seprofesi sangat berarti bagi keluarga korban yang saat ini tengah diliputi kecemasan.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palembang, RM Resha A Usman, menambahkan bahwa keselamatan dan keamanan kerja harus menjadi prioritas utama setiap media. Ia mengingatkan agar standar operasional prosedur (SOP) keselamatan peliputan di wilayah ekstrem harus benar-benar diperhatikan.

Melalui kegiatan doa bersama ini, seluruh jurnalis di Sumatera Selatan berharap para korban yang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan selama proses pencarian berlangsung.

Adapun musibah tersebut terjadi ketika para korban tengah menjalankan tugas peliputan jurnalistik di kawasan Gunung Anak Krakatau. Tugas lapangan ini menuntut risiko tinggi yang berujung pada insiden tidak terduga di tengah laut.

Acara doa bersama ini dipusatkan di Kota Palembang dan dihadiri oleh berbagai unsur insan pers dari berbagai media. Suasana khidmat tampak mendominasi jalannya prosesi doa yang dipanjatkan secara bersama-sama.

Baca juga: SAR hari kedelapan masih nihil meski sempat jangkau 500 meter dari GAK

Baca juga: Basarnas: Aktivitas Anak Krakatau jadi pertimbangan pencarian jurnalis

Baca juga: Wamenhaj ajak ASN doakan 5 jurnalis yang hilang agar segera ditemukan

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.