Kulon Progo (ANTARA) - Pondok Pesantren Nurul Ummah 2 (Nurmadu) Toyan di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar panen raya melon premium hidroponik di atas lahan wakaf produktif.
Program kemandirian ekonomi berbasis syariah tersebut mengoptimalkan lahan wakaf seluas 3.500 meter persegi yang dikelola Yayasan Pendidikan Bina Putra selaku nazhir, bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat Kesejahteraan Umat (MKU) di bawah naungan Perhimpunan BMT Indonesia.
"Pemanfaatan tanah wakaf agar menjadi produktif bisa bermanfaat untuk nazhir, masyarakat, dan kita semua. Kita sengkuyung bersama-sama," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej di Kulon Progo, Selasa.
Ahmad menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pemanfaatan tanah wakaf di wilayah DIY agar tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan formal, tetapi juga menyasar penguatan ekosistem ekonomi keumatan.
Di atas lahan tersebut, dibangun fasilitas greenhouse terpadu seluas 1.500 meter persegi dengan menerapkan metode hidroponik untuk membudidayakan tiga varietas melon premium, yakni Lavender, Inthanon, dan Sweet Net. Hasil panen tersebut dipasarkan ke pasar komersial dengan harga Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan mengapresiasi inovasi pertanian modern berbasis modal sosial keagamaan tersebut karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi riil.
"Pemkab sangat menyambut baik program ini karena merupakan satu perbaikan ekonomi dari pilar-pilar pergerakan keumatan. Semoga wakaf produktif ini bisa berkembang dan lahan-lahan yang belum terkelola baik bisa dimanfaatkan," kata Agung.
Baca juga: IPB University dan BI kolaborasi perkuat wakaf produktif pertanian
Baca juga: Dompet Dhuafa manfaatkan Wakaf Produktif untuk pembiayaan pertanian
Baca juga: Rakernas BWI tekankan transformasi wakaf jadi pilar ekonomi produktif
Pewarta: Sutarmi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.