Jayapura (ANTARA) - PT Pelindo Regional 4 Jayapura menyebut kunjungan kapal pesiar internasional ke Pelabuhan Jayapura membuka peluang pengembangan wisata maritim sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Papua.
General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Affan Kiai Demak di Jayapura, Selasa, mengatakan kunjungan kapal pesiar internasional menjadi momentum untuk memperkuat peran Pelabuhan Jayapura sebagai salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara ke Papua.
“Kunjungan kapal pesiar internasional seperti Island Sky menjadi momentum bagi Pelabuhan Jayapura untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan operasional dalam mendukung pertumbuhan wisata maritim di Papua,” katanya.
Menurut Ramdan, potensi pengembangan konektivitas wisata di Papua cukup besar, sehingga perlu didukung dengan pelayanan kepelabuhanan yang baik serta kolaborasi berbagai pihak.
"Pada Sabtu (5/9) kami mendapatkan kunjungan dari kapal pesiar ekspedisi Island Sky dengan berbendera Bahamas dalam rangkaian perjalanan wisata Corals & Cultures of Indonesia & Papua New Guinea," ujarnya.
Dia menjelaskan kapal sepanjang sekitar 90 meter dengan kapasitas sekitar 4.200 GT itu membawa wisatawan mancanegara yang berkesempatan mengunjungi sejumlah destinasi di wilayah Jayapura, termasuk Kampung Yobeh.
"Kunjungan kapal pesiar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di pelabuhan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal melalui sektor pariwisata," katanya lagi.
Untuk itu, kata dia, dalam pengembangan layanan kapal pesiar dibutuhkan sinergi antara Pelindo, pemerintah, pelaku pariwisata, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar Pelabuhan Jayapura semakin siap menerima kunjungan kapal pesiar internasional dan memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan yang datang ke Papua,” ujarnya .
Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.