Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 150 pelaku usaha pariwisata di Jakarta Pusat mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penguatan resiliensi dan manajemen risiko bencana yang digelar Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Pusat, Selasa.

Kepala Sudin Parekraf Jakarta Pusat, Shinta Nindyawati mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemahaman, kesadaran, dan kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha dalam menghadapi potensi bencana.

"Pengelolaan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga perlu adanya peran aktif dari para pelaku usaha," kata Shinta.

Shinta mengatakan, kesiapsiagaan yang baik diperlukan untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan manusia, mengurangi dampak kerugian, serta menjaga keberlangsungan operasional usaha ketika terjadi bencana.

Melalui bimtek tersebut, para pelaku usaha mendapat penguatan mengenai kesiapsiagaan, komunikasi risiko, pembagian peran dan tanggung jawab dalam kondisi darurat, strategi mitigasi, hingga prosedur evakuasi.

Shinta menyampaikan, penguatan kapasitas tersebut juga diarahkan agar pelaku usaha mampu menyusun langkah untuk menjaga keberlangsungan operasional usaha saat menghadapi berbagai potensi bencana.

"Usaha pariwisata seperti hotel, restoran, dan usaha lainnya memiliki karakteristik khusus karena dalam kegiatan operasionalnya melibatkan banyak orang," ujarnya.

Karena itu, kata dia, kemampuan mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan merespons kondisi darurat menjadi bagian penting dalam pengelolaan usaha pariwisata.

"Kesiapan dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, serta merespons kondisi darurat menjadi hal yang sangat penting," kata Shinta.

Baca juga: Aceh punya potensi kuat hadirkan wisata sejarah dan edukasi bencana

Baca juga: Komisi VIII DPR apresiasi kesiapan Tangerang hadapi potensi bencana

Baca juga: Polri siapkan personel hadapi potensi bencana alam-konflik sosial

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.