Washington (ANTARA) - Serangan Iran merusak dan menghancurkan ratusan fasilitas di pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah selama Operasi Epic Fury, menurut laporan Lead Inspector General yang ditinjau RIA Novosti pada Selasa.
“Serangan Iran merusak dan menghancurkan ratusan bangunan dan struktur di pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania selama konflik,” demikian isi dokumen tersebut.
Pentagon juga mengakui bahwa puluhan pesawat AS hancur atau rusak dalam serangan tersebut.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, yang memicu serangan balasan dari pihak Iran.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum untuk menghentikan permusuhan, meskipun keduanya kemudian kembali saling melancarkan serangan. Hingga saat ini, konflik tersebut belum terselesaikan.
Sementara pada hari-hari awal konflik, serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk menyebabkan kerusakan serius pada sedikitnya sembilan fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar, menurut CNN.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Presiden Iran tak dukung perang dengan AS berlanjut
Baca juga: Trump perkirakan perang dengan Iran berakhir usai pemilu paruh waktu
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.