Banjarmasin (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memastikan operasional Pelabuhan Trisakti Banjarmasin tetap normal di tengah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, dengan pengaturan fasilitas mendukung proses evakuasi tanpa mengganggu pelayanan kapal.
General Manager Cabang Trisakti Sub Regional Kalimantan Regional 3 PT Pelindo Ari Sudarsono mengatakan pihaknya tetap menyiagakan fasilitas untuk evakuasi sekaligus menjaga kelancaran aktivitas kepelabuhanan karena operasional pelabuhan berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan ekonomi Kalimantan Selatan.
“Kami tetap menyiagakan fasilitas-fasilitas kami sebagai fasilitas untuk evakuasi. Kami juga harus menjaga seluruh kelancaran operasional karena kita juga harus menjaga ekonomi daerah Kalsel,” kata Ari di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa.
Ari mengatakan beberapa dermaga dikosongkan secara khusus untuk mendukung kegiatan evakuasi korban KM Virgo Transport 8, sementara pelayanan kapal dan kegiatan kepelabuhanan lainnya tetap berjalan normal melalui sejumlah pengaturan sesuai kondisi penanganan di lapangan.
Dalam mendukung penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8, Pelindo telah menyiapkan Posko Terpadu yang dikomandani Basarnas, posko Kepolisian, ruang medis untuk penanganan awal korban, serta fasilitas antemortem untuk mendukung proses identifikasi korban.
Baca juga: DVI berhasil identifikasi seluruh korban meninggal Kapal Virgo
Pelindo juga menyediakan makanan dan tempat beristirahat bagi keluarga korban yang menunggu perkembangan operasi pencarian, sehingga keluarga tetap memperoleh dukungan selama berada di lingkungan Pelabuhan Trisakti sambil menanti informasi mengenai anggota keluarga mereka.
Selain itu, Pelindo mengubah salah satu ruang kantor menjadi ruang konferensi pers serta menyediakan ruang VIP untuk mendukung rapat strategis berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kecelakaan dan operasi SAR KM Virgo Transport 8.
Ari menjelaskan pembatasan akses pada ruang medis dilakukan untuk menjaga privasi korban karena fasilitas tersebut digunakan untuk penanganan medis, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan pertolongan pertama bagi korban yang mengalami luka sebelum dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk.
“Ketika tiba, pertama kali dilakukan adalah perawatan di ruang medis. Dijaga kesehatannya dulu, di tensi dan sebagainya. Bagi yang luka-luka ditangani secara first aid dulu, baru setelah itu dikirim ke rumah sakit yang ditunjuk,” katanya.
Ia menuturkan penanganan korban di Pelabuhan Trisakti juga mendapat dukungan Basarnas, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), unsur lainnya serta relawan yang membantu kesiapsiagaan dan pelayanan bagi korban selama proses evakuasi berlangsung.
“Pelindo akan terus menyiagakan fasilitas pelabuhan selama operasi pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung, kegiatan operasional tetap berjalan agar dukungan terhadap operasi SAR tidak menghambat aktivitas ekonomi,” ujar Ari.
Baca juga: Kemenhub dirikan posko darurat tangani insiden Kapal Virgo Transport 8
Baca juga: Basarnas prioritaskan triase medis 22 penumpang selamat Kapal Virgo
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.