Banjarmasin (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, khususnya di kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, dengan menyiagakan tiga unit helikopter.

Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ariansyah mengatakan saat ini terdapat empat helikopter yang disiapkan untuk mendukung operasi udara.

Baca juga: BKSDA Kalsel konfirmasi kematian 12 bekantan akibat karhutla di HSS

"Namun, hanya tiga helikopter yang dapat dioperasikan pada hari ini, karena satu unit menjalani pemeliharaan rutin sesuai jadwal berdasarkan pencapaian jam terbang," katanya di Banjarbaru, Rabu.

Dari tiga helikopter yang operasional, dua unit akan disiagakan untuk penanganan Karhutla di kawasan Ring 1 Bandara.

Sementara satu unit lainnya disiapkan untuk memberikan bantuan apabila terdapat permintaan penanganan di luar wilayah tersebut.

“Jadi kita bisa juga membantu ke wilayah Kalimantan Selatan yang di luar dari Ring 1 Bandara, terutama daerah-daerah yang belum bisa terjangkau oleh Satgas Darat,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Ariansyah menyebut hingga saat ini belum ada rencana pelaksanaan kembali.

Hal tersebut berdasarkan informasi BMKG yang setiap pagi memantau potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Selatan.

“Dari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,” katanya.

Meski demikian, kesiapan untuk kembali melaksanakan OMC tetap dilakukan.

Baca juga: Pemprov Kalsel bangun kanalisasi cegah Karhutla

Baca juga: Satgas Udara tangani 667 hektare lahan terbakar di Kalsel

Pesawat dan bahan pendukung telah disiagakan di Bandara Syamsudin Noor, sehingga dapat segera diaktifkan apabila BMKG kembali mendeteksi kondisi atmosfer yang memungkinkan untuk pelaksanaan operasi tersebut.

“Kita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,” tambah Ariansyah.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.