Pengendalian karhutla perlu dilaksanakan dengan mengoptimalkan pagu anggaran yang ada.

Jakarta (ANTARA) - Komisi IV DPR RI mengapresiasi dedikasi personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam mitigasi, pemadaman, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi tersebut sekaligus memperingati Hari Manggala Agni ke-24 yang jatuh pada 13 September.

“Komisi IV DPR RI menyampaikan selamat hari ulang tahun Manggala Agni yang ke-24 yang diperingati setiap tanggal 13 September, serta memberikan apresiasi kepada seluruh personel Manggala Agni atas dedikasinya dalam mitigasi, pemadaman, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia,” kata Titiek, di Jakarta, Rabu.

Apresiasi itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang membahas penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemenhut Tahun Anggaran 2027.

Titiek menilai pengendalian karhutla tetap perlu menjadi perhatian melalui penguatan mitigasi dini, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api, pemantauan titik panas, pengelolaan tata air gambut, hingga kesiapan sarana pemadaman.

“Pengendalian karhutla perlu dilaksanakan dengan mengoptimalkan pagu anggaran yang ada,” ujarnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Raja Juli menyampaikan terima kasih kepada Komisi IV DPR RI atas perhatian yang diberikan kepada personel Manggala Agni yang bertugas menangani karhutla di lapangan.

“Ucapan terima kasih kepada Ibu pimpinan yang tadi mengucapkan selamat ulang tahun kepada Manggala Agni. Dan sekaligus kami mewakili beliau-beliau, sebagai apresiasi, karena beliau-beliau ini berjuang sangat luar biasa. Doakan kami selalu tegar untuk menjaga ini,” kata Raja Juli.

Dalam keterangannya seusai rapat, Raja Juli juga mengaitkan perkembangan penanganan karhutla di sejumlah wilayah dengan kerja bersama Manggala Agni, TNI, Polri, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dan Masyarakat Peduli Api.

“Jadi sekali lagi trennya terus menurun karena kerja keras teman-teman dari Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api,” ujarnya.

Manggala Agni merupakan brigade pengendalian kebakaran hutan yang pertama kali dibentuk pada 2002.

Kemenhut memperingati Hari Manggala Agni setiap 13 September sebagai momentum bagi personel yang menjadi bagian dari penanganan karhutla di tingkat tapak.

Kemenhut pada 21 Agustus 2026 mengerahkan 758 personel Manggala Agni dalam operasi karhutla di Kalimantan, terdiri atas 265 personel di Kalimantan Barat, 208 di Kalimantan Tengah, 174 di Kalimantan Selatan, dan 111 di Kalimantan Timur.

Kekuatan tersebut turut diperkuat 45 personel tambahan dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan, terutama untuk membantu penanganan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Operasi di Kalimantan ketika itu melibatkan total 12.880 personel gabungan dari berbagai unsur.

Kemenhut juga mencatat sepanjang 2026 hingga akhir Agustus telah dilakukan 4.682 operasi penanganan karhutla dengan luas areal yang ditangani mencapai 38.277,43 hektare. Penanganan tersebut merupakan kerja Manggala Agni bersama berbagai unsur terkait.

Baca juga: Manggala Agni masih berjibaku padamkan karhutla di Riau

Baca juga: Manggala Agni padamkan karhutla di Teluk Limau Muara Enim

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.