Moskow (ANTARA) - Menteri Tenaga Kerja Prancis Jean-Pierre Farandou mengumumkan peluncuran rencana nasional untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri pertahanan negara tersebut, dengan target merekrut 100.000 pekerja pada 2030, menurut laporan surat kabar Le Figaro.

Pemerintah Prancis akan membentuk satuan tugas khusus pertahanan yang dipimpin oleh seorang purnawirawan jenderal, sebut laporan tersebut pada Selasa, sembari menambahkan bahwa kelompok itu akan melibatkan 30 konsultan spesialisas di sektor pertahanan.

Strategi itu juga mencakup sektor pendidikan: sebanyak 15.000 program pelatihan vokasi akan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan industri pertahanan, guna mengatasi kelangkaan tenaga kerja yang dipicu oleh kombinasi pensiunnya pekerja dan melonjaknya permintaan personel baru.

Selain itu, program itu bakal melibatkan praja wilayah yang ditugaskan untuk menyusun peta jalan lokal serta mengoordinasikan langkah-langkah di lapangan.

Florent Grimaldi, perwakilan serikat pekerja CGT di pabrik Renault, sebelumnya menyatakan bahwa sebagian besar pekerja tidak ingin memproduksi persenjataan di lini perakitan yang sejatinya diperuntukkan bagi kendaraan.

Ia menyoroti bahwa karyawan Renault menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) jika menolak merakit senjata.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: PM Prancis desak bekukan belanja 2027 untuk selamatkan anggaran

Baca juga: Pekerja Renault keberatan jika pabrik mobil memproduksi senjata

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.