Washington (ANTARA) - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan Washington menjalankan apa yang disebutnya sebagai "kampanye isolasi ekonomi terbesar" terhadap Iran dan pihak-pihak yang mendukungnya.

Bessent mengatakan tekanan tersebut semakin berdampak terhadap perekonomian Iran.

"Kekuatan ekonomi kita memungkinkan Amerika Serikat menjalankan kampanye isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah terhadap Republik Islam Iran dan pihak-pihak yang mendukungnya," kata Bessent dalam pernyataan pembuka di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, Selasa.

Komite tersebut menggelar sidang tahunan bersama Menteri Keuangan untuk membahas kondisi sistem keuangan internasional.

Bessent mengatakan Presiden Donald Trump telah mengambil tindakan terhadap Iran yang sebelumnya ditunda oleh pemerintahan-pemerintahan terdahulu.

"Di bawah kepemimpinannya, Amerika tidak lagi mengelola ancaman Iran; kami mengakhirinya," kata Bessent, seraya mengatakan kekuatan ekonomi AS memungkinkan Washington memberikan tekanan "dari posisi yang kuat."

Bessent kemudian mengatakan ekonomi Iran berada dalam "kondisi yang sangat buruk", dengan mengutip apa yang disebutnya sebagai kejatuhan mata uang, inflasi yang melonjak, dan antrean panjang untuk mendapatkan bensin.

"Kita telah melihat mata uang jatuh, inflasi melonjak tinggi," katanya. Ia mengeklaim warga Iran harus mengantre bensin selama tiga hingga empat jam karena negara itu harus mengimpor bahan bakar.

Bessent mengaitkan tekanan tersebut dengan kombinasi blokade AS terhadap Iran dan Operasi Economic Outcast, kampanye Departemen Keuangan AS yang diluncurkan pada Agustus untuk menargetkan jaringan keuangan Iran dan entitas yang dituduh membantu Teheran menghindari sanksi AS.

"Operasi Economic Outcast dimungkinkan karena blokade tersebut," kata Bessent. Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan telah berbulan-bulan memetakan simpul-simpul dalam jaringan pembayaran yang digunakan Iran.

Departemen Keuangan AS meluncurkan Operasi Economic Outcast pada 24 Agustus dengan tujuan memutus saluran keuangan yang digunakan Iran untuk menjual minyak, menghindari sanksi, dan menghasilkan pendapatan.

Bessent juga mengatakan Washington akan memperketat penegakan terhadap entitas yang dituduh memfasilitasi perdagangan Iran dan membantu Teheran menghindari sanksi.

Dia mengatakan langkah-langkah terhadap pihak-pihak tersebut akan "mulai terasa dampaknya" pada 23 September dan diberlakukan sepenuhnya setelahnya.

"Kami tahu, bagi kalian yang memungkinkan rezim tersebut beroperasi, kalian tahu siapa kalian, kami tahu siapa kalian," kata Bessent. Ia menambahkan Departemen Keuangan akan menggunakan kewenangan sanksinya "dengan sangat tegas."

Bessent mengatakan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengumumkan langkah untuk mengurangi transaksi keuangan dan perdagangan dengan Iran.

Ia juga mengatakan Departemen Keuangan telah menjatuhkan sanksi terhadap cabang sebuah bank Mesir di Dubai yang mentransfer lebih dari 1,8 miliar dolar AS ke Iran sejak 2025.

"Dengan China, kami telah melakukan sejumlah pembicaraan tertutup yang sangat baik," kata Bessent. Ia menambahkan pembicaraan tersebut diperkirakan berlanjut saat bertemu Wakil Menteri Keuangan China Liao Min akhir pekan ini dan selama rencana kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping pada musim semi.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.