Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengingatkan masyarakat di wilayah setempat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
"Kami mencatat dalam periode 1 Juli hingga 15 September 2026, tercatat sebanyak 65 peristiwa kebakaran di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu,” kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Budi Haryono di Jakarta,Rabu.
Dia menyebutkan sebanyak 35 kejadian di antaranya terjadi di lokasi terbuka, antara lain alang-alang dan tumpukan sampah
Budi mengatakan kelalaian membuang puntung rokok dan kebiasaan membakar sampah menjadi hal yang perlu diwaspadai, terutama di area yang dipenuhi material kering dan mudah terbakar.
"Musim kemarau membuat material mudah terbakar. Kami minta warga tidak membuang puntung rokok masih menyala dengan sembarangan dan tidak membakar sampah," tegas Budi.
Baca juga: Kebakaran lahan kembali terjadi di Jakarta Utara pada Selasa
Menurut dia, upaya pencegahan kebakaran harus dimulai dari lingkungan terkecil.
Untuk itu, dia meminta masyarakat agar saling mengingatkan serta menjaga area sekitar tetap bersih dari material yang mudah terbakar.
Masyarakat yang melihat kebakaran juga diminta agar segera menghubungi pusat layanan komunikasi Jakarta Siaga 112. Layanan ini beroperasi selama 24 jam dan bebas pulsa.
"Jangan menunggu api membesar. Laporan yang cepat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat, sehingga risiko korban dan kerugian dapat diminimalkan," pungkas Budi.
Baca juga: Kebakaran lahan di Jakut diduga akibat api dari puntung rokok
Baca juga: Gulkarmat: Cuaca panas picu kebakaran lahan di Jakarta Utara
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.