Istanbul (ANTARA) - China pada Rabu mendesak Amerika Serikat dan Iran kembali pada Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad untuk mengakhiri konflik, menjelang rencana pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Washington pekan depan.
Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang melakukan kunjungan sehari ke Beijing, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
"Perpanjangan konflik AS-Iran tidak sesuai dengan kepentingan bersama pihak-pihak terkait maupun masyarakat internasional," kata Wang kepada Araghchi.
"China meminta Iran dan Amerika Serikat tetap rasional dan menahan diri, segera kembali pada MoU Islamabad, membangun kembali mekanisme perundingan berdasarkan konsensus yang telah dicapai sejauh ini, serta melakukan konsultasi substantif mengenai isu-isu yang menjadi perhatian masing-masing pihak," kata Wang.
Pertemuan Rabu tersebut menjadi pembicaraan tatap muka kedua mereka di ibu kota China sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
China merupakan salah satu importir terbesar minyak Iran. Kedua negara mempertahankan "kemitraan strategis komprehensif" yang terutama didorong hubungan ekonomi dan impor energi dengan harga diskon.
Volume perdagangan bilateral kedua negara meningkat hingga lebih dari 41 miliar dolar AS (sekitar Rp724,4 triliun) tahun lalu.
Konflik Iran-AS dimulai saat AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Februari dengan menargetkan gedung pemerintah, fasilitas militer, infrastruktur rudal, dan pertahanan udara.
Iran merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta pangkalan AS di berbagai wilayah di kawasan.
Konflik tersebut kemudian meluas ke berbagai wilayah di kawasan, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk mengakhiri permusuhan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Presiden Iran tak dukung perang dengan AS berlanjut
Baca juga: Bessent: AS jalankan isolasi ekonomi terbesar terhadap Iran
Baca juga: Trump perkirakan perang dengan Iran berakhir usai pemilu paruh waktu
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.