Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Pink menjelaskan bahwa sikapnya yang mengunggah ulang konten anti Macklemore dari sisa tur Ed Sheeran merupakan hal yang terburu-buru.
"Sebuah unggahan ulang bukanlah sebuah pernyataan, dan sebuah meme bukanlah sebuah pendirian," bantahnya dilansir Variety pada Selasa (15/9) waktu setempat.
Ia mengingat bagaimana perasaannya tentang Macklemore, “Saya berada di ruang tunggu Grammy pada tahun 2014 ketika Macklemore menyanyikan rap 'Same Love' dan 33 pasangan, gay dan heteroseksual, menikah dengan iringan lagu itu, dan saya bersorak, tanpa bertanya apa pun,” katanya.
Baca juga: Pink hentikan konser demi hibur penggemar yang berduka
Baca juga: Pink batalkan konser Sydney meski sudah keluar rumah sakit
Hal tersebut menyiratkan bahwa ia bukan ingin membungkam Macklemore melainkan ia menyampaikan sebuah kekhawatiran sebagai seorang ibu Yahudi.
“Itulah yang mendorong saya untuk mengunggah ulang. Bukan 'Bebaskan Palestina,' dan bukan hak siapa pun untuk mengatakannya. Saya tidak pernah meminta agar artis lain dibungkam dan saya tidak meminta itu sekarang. Saya tidak perlu ada yang dipecat, dan saya tidak perlu pengembalian uang. Yang saya butuhkan adalah kemampuan untuk mengatakan, sebagai seorang ibu Yahudi,
Hal yang ia lakukan bukan berarti untuk mewakili Israel atau pemerintah manapun, namun buatnya, Palestina tetap memiliki masa depan dan memiliki aspirasinya kaum itu.
Bukan ingin dibela oleh masyarakat luas, Pink berharap bahwa keluarga Yahudi, Israel, Palestina hingga muslim dapat merasa aman dimanapun berada dan tidak menjadi sasaran terlebih dalam sebuah konser musik.
Baca juga: Jelang rekaman, Pink khawatir soal suaranya
Baca juga: Ed Sheeran sampaikan tanggapan usai Macklemore dikeluarkan dari turnya
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.