Jakarta (ANTARA) -
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan peningkatan standar pangan menjadi penting bagi industri makanan dan minuman nasional untuk menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat.
"Peningkatan standar pangan bukan sekadar kepatuhan administratif, tetapi, merupakan fondasi bagi perkembangan industri pangan di masa depan,” kata Faisol dalam pembukaan Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu.
Menurut Faisol, industri makanan dan minuman saat ini menghadapi era baru restriksi perdagangan dan pengetatan standar internasional. Tantangan yang dihadapi industri saat ini antara lain berupa regulasi lingkungan dan deforestasi, standar keamanan pangan yang semakin ketat, serta perubahan perilaku konsumen.
Baca juga: GAPMMI nilai ketahanan rantai pasok perkuat industri makanan-minuman
Dia menilai terdapat tiga alasan utama standar pangan menjadi penting, yakni untuk memberikan perlindungan kepada konsumen, menyesuaikan diri dengan tren pangan sehat global, serta mendukung akses produk Indonesia ke pasar global.
"Pertama, perlindungan konsumen. Kedua, menyesuaikan diri dengan tren pangan sehat global. Ketiga, akses ke pasar global," ujar dia.
Untuk merespons tantangan tersebut, Faisol mengatakan Kementerian Perindustrian memperkuat penerapan regulasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang bersifat wajib pada sejumlah produk pangan.
"Dalam merespons tantangan ini, Kementerian Perindustrian secara aktif memperkuat penerapan SNI wajib untuk memastikan kesehatan, keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri," ujar Faisol.
Sejumlah produk yang telah tercakup dalam regulasi SNI wajib antara lain tepung terigu, air minum dalam kemasan, minyak goreng sawit, kopi instan, kemasan primer, bubuk kakao, tepung jagung, krimer nabati, dan gula kristal rafinasi.
Faisol mengatakan penguatan standar tersebut diperlukan seiring dengan perubahan lingkungan perdagangan global yang semakin menuntut produk pangan memenuhi persyaratan keamanan dan kualitas.
Dia berharap peningkatan standar pangan dapat mendukung kemampuan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Baca juga: GAPMMI dorong investasi dalam penyediaan bahan baku pangan
Baca juga: Wamenperin optimistis PMI manufaktur RI terus meningkat
Baca juga: SEAFAST: Tren makanan sehat dorong teknologi reformulasi bahan baku
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.