Jakarta (ANTARA) - OpenAI bersama Anthropic dan Google DeepMind aktif terlibat pembahasan terkait aspek keamanan dari kecerdasan artifisial (AI) dalam beberapa pekan terakhir.

Dilansir dari laporan Tech Crunch pada Selasa (15/9) waktu setempat, hal tersebut disampaikan Kepala Kebijakan Global OpenAI Chris Lehane.

Lehane diketahui berada di Washington, Amerika Serikat untuk berdiskusi dengan anggota parlemen Amerika Serikat mengenai risiko besar yang dapat ditimbulkan oleh perkembangan AI.

Pembicaraan tersebut berlangsung setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan agar pelaku industri AI bekerja sama untuk memperlambat pengembangan AI canggih (frontier AI) guna mengurangi risiko keamanan.

Baca juga: OpenAI klaim berhasil capai target kembangkan peneliti magang otomatis

Baca juga: OpenAI kenalkan Images 2.5 dengan pemrosesan gambar lebih presisi

Seruan Amodei mendapat dukungan dari sejumlah tokoh industri AI seperti CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Google DeepMind Demis Hassabis.

Altman sebelumnya mengatakan OpenAI akan bekerja sama dengan Anthropic untuk melibatkan pihak ketiga dalam mengevaluasi sistem AI mereka dari sisi keamanan.

Lehane kemudian mengonfirmasi bahwa OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind memang telah melakukan pembicaraan mengenai keamanan AI selama beberapa pekan.

Kerja sama antara perusahaan yang saling bersaing dalam pengembangan AI ini sebelumnya juga memunculkan pertanyaan mengenai aturan antimonopoli karena koordinasi yang terlalu luas berpotensi memengaruhi persaingan.

Amodei sebelumnya mengusulkan adanya pengecualian terbatas dari pemerintah yang memungkinkan perusahaan AI berkoordinasi khusus untuk menangani risiko keamanan.

Namun, menurut Lehane, ketiga perusahaan tersebut tidak memerlukan pengecualian semacam itu untuk melakukan pembahasan mengenai keamanan AI.

Baca juga: Apple beberkan bukti pencurian rahasia dagang oleh mantan karyawan

Pembicaraan tersebut juga menguatkan laporan mengenai upaya perusahaan-perusahaan AI membentuk standar keamanan bersama.

Sebelumnya, OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind dilaporkan tengah membahas pembentukan badan standar untuk industri AI.

Pada Juli lalu, Hassabis juga menyerukan pembentukan lembaga standar baru di Amerika Serikat yang berperan sebagai pengawas pengembangan AI.

Lembaga tersebut diusulkan memiliki kewenangan untuk menguji model AI paling canggih serta membantu mengoordinasikan langkah mitigasi di lingkup industri jika risiko keamanan yang ditimbulkan meningkat.

Di sisi lain, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki pandangan berbeda mengenai pengetatan regulasi AI.

Trump sebelumnya menolak kekhawatiran terkait keamanan AI dan berpendapat bahwa perlambatan pengembangan teknologi tersebut dapat membuat Amerika Serikat tertinggal dari China.

Penasihat Trump untuk bidang AI, David Sacks, juga menilai bahwa kekhawatiran mengenai risiko yang ditimbulkan AI terlalu dibesar-besarkan.

Baca juga: X Corp dan SpaceXAI cabut gugatan antimonopoli terhadap Apple

Baca juga: OpenAI: Belum ada hal baru soal kerja sama chip dengan Samsung

Baca juga: OpenAI pecahkan "PR" matematika paling sulit di dunia dalam 88 jam

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.