Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada penyintas gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bentuk keprihatinan dan rasa duka mendalam atas musibah tersebut.

“Saat saudara-saudara kita tertimpa musibah, dunia usaha tidak boleh hanya melihat. Kita harus bergerak. Kepedulian bukan sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata,” kata Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi di Jakarta, Rabu.

KADIN DKI Jakarta menyampaikan simpati kepada masyarakat terdampak, khususnya keluarga yang mengalami kerugian dan membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana.

Sebagai wujud solidaritas dan semangat gotong royong, KADIN DKI Jakarta bersama anggota dan pelaku usaha menghimpun serta menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pangan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat terdampak di NTT.

Baca juga: CSR DKI dorong bantuan pangan siap santap untuk tanggap bencana NTT

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh KADIN DKI Jakarta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto beserta Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, untuk selanjutnya mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak.

"Musibah yang terjadi di NTT menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama," ujar Diana.

Dunia usaha, kata dia, tidak hanya berperan menggerakkan roda perekonomian, tetapi juga perlu hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

Bantuan yang diberikan itu, antara lain berupa bahan pangan dan makanan siap konsumsi, di antaranya rendang daging dan paru, serta berbagai produk kesehatan dan perawatan, yakni obat tetes mata, balsem, minyak telon, minyak kayu putih, inhaler, dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Diana menegaskan keterlibatan anggota KADIN dan pelaku usaha dalam aksi kemanusiaan tersebut mencerminkan kontribusi dunia usaha tidak hanya dapat dilihat dari investasi, penciptaan lapangan kerja, maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.

“Bisnis boleh bicara angka, tetapi kemanusiaan bicara rasa. Ketika masyarakat membutuhkan, dunia usaha harus hadir dan ikut mengambil bagian,” ucap Diana.

Baca juga: Pelni serahkan 29 ton bantuan gempa NTT yang diangkut dari Jakarta

KADIN DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta seluruh anggota, perusahaan, dan pihak yang telah bergotong royong mendukung pengumpulan hingga penyaluran bantuan tersebut.

Menurut Diana, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kekuatan penting dalam merespons berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan. Kolaborasi seperti itu pun diharapkan tidak berhenti pada saat terjadi bencana, tetapi terus diperkuat sebagai bagian dari semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama.

“Jakarta mungkin jauh dari NTT, tetapi kepedulian tidak mengenal jarak. Dari Jakarta, kami ingin mengirimkan bukan hanya bantuan, tetapi juga semangat dan pesan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menghadapi masa sulit ini sendirian,” tutur Diana.

KADIN DKI Jakarta berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak dan mendukung proses pemulihan pascabencana.

Pihaknya juga mengajak semakin banyak pelaku usaha untuk menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan dunia usaha.

“Ekonomi yang kuat harus berjalan bersama kepedulian yang kuat. Dunia usaha tumbuh bersama masyarakat, maka ketika masyarakat membutuhkan, kita harus hadir bersama,” pungkas Diana.

Baca juga: Kadin DKI perlu penyederhanaan izin untuk keberlanjutan usaha

Baca juga: Kadin DKI-KBRI Tokyo siapkan jalur baru pengusaha tembus pasar Jepang

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.