Jakarta (ANTARA) -
Penyanyi, penulis lagu, dan produser musik Finneas O'Connell bersama sejumlah penampil pendukung lainnya memutuskan mundur dari jadwal tur "Loop" Ed Sheeran sebagai bentuk solidaritas terhadap penyanyi rap Macklemore yang dikeluarkan dari tur tersebut.
Finneas semula dijadwalkan menjadi penampil pembuka dalam enam konser Ed Sheeran di Amerika Selatan pada November 2026.
"Para seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk kaum tertindas," tulis Finneas di media sosial seperti dilaporkan The Guardian dilansir di Jakarta pada Rabu.
"Saya telah memutuskan untuk menarik diri dari jadwal tur saya mendatang bersama Ed Sheeran. Saya mendukung Palestina dan rakyatnya," lanjutnya.
Keputusan Finneas menyusul langkah penyanyi Irlandia Aaron Rowe, grup Irlandia Beoga, dan grup pop Denmark Lukas Graham yang lebih dahulu mengumumkan pengunduran diri dari tur tersebut.
Baca juga: Ed Sheeran sampaikan tanggapan usai Macklemore dikeluarkan dari turnya
Baca juga: Katseye gandeng Ed Sheeran-Demi Moore di lagu baru
Aaron Rowe, yang sebelumnya menjadi penampil pembuka untuk Sheeran di Australia dan dijadwalkan tampil dalam 10 konser tersisa di Amerika Utara, mengatakan keputusannya untuk mundur bukan sesuatu yang ia ambil dengan mudah.
Rowe menyatakan Ed Sheeran merupakan temannya dan telah mengubah hidupnya. Namun, ia mengatakan tidak dapat tinggal diam ketika orang-orang yang bersuara mengenai warga Palestina dibungkam.
"Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan posisi kekuasaan mereka untuk membungkam suara-suara yang benar dari mereka yang berbicara menentang genosida Israel dan yang menyoroti pembunuhan keji terhadap anak-anak. Saya akan kehilangan semua rasa hormat pada diri saya sendiri jika terus bersikap normal," tulis Rowe.
Setelah Rowe, Beoga, grup musik tradisional Irlandia yang tampil sebagai band pengiring Sheeran, juga mengumumkan mundur dari tur Amerika Serikat. Mereka menyatakan keputusan tersebut sebagai protes terhadap apa yang mereka sebut sebagai pembungkaman Macklemore oleh "lobi-lobi Zionis".
Beoga mengatakan kesempatan tampil di stadion-stadion besar bersama Sheeran sangat berarti bagi mereka. Grup tersebut juga menyatakan telah bersahabat dengan Sheeran selama lebih dari 10 tahun dan hubungan itu akan terus berlanjut.
Baca juga: Ed Sheeran luncurkan yayasan dukung pembelajaran musik untuk anak-anak
"Kami percaya pada dialog sebagai sarana untuk mendorong penyelesaian atas penderitaan rakyat Palestina," tulis Beoga di media sosial.
Grup pop Denmark Lukas Graham juga mengundurkan diri dari tur pada Selasa (15/9).
Vokalis Lukas Graham, Lukas Forchhammer, mengatakan masyarakat seharusnya dapat berbicara mengenai perang, warga sipil yang terbunuh, serta anak-anak yang berhak tumbuh dewasa tanpa memandang tempat tinggal maupun bendera negara mereka.
"Uang tidak memberi Anda hak untuk menguasai percakapan. Saldo rekening bank siapa pun tidak boleh menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui," tulis Forchhammer melalui media sosial band tersebut.
Pengunduran diri para penampil itu terjadi setelah Macklemore dikeluarkan dari tur menyusul kontroversi atas pernyataannya yang mendukung Palestina saat tampil dalam konser Ed Sheeran di Stadion MetLife, New Jersey.
Dalam pidato sekitar dua menit pada 4 September, Macklemore mengatakan ingin rakyat Gaza dan Tepi Barat yang diduduki mengetahui bahwa mereka tidak dilupakan. Ia juga menyerukan "Free Palestine".
Pernyataan tersebut kemudian memicu petisi dari Israeli American Council yang menyerukan agar Macklemore dikeluarkan dari tur, serta penolakan dari sejumlah pemilik lokasi konser.
Ed Sheeran mengatakan Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan donatur terkemuka untuk Israel, bersama beberapa pemilik stadion lainnya menolak mengizinkan tur tersebut tampil di tempat mereka apabila Macklemore tetap menjadi penampil pembuka.
Baca juga: Ed Sheeran hengkang dari Warner Music setelah 15 tahun
Baca juga: Ed Sheeran akui sempat terdiagnosis penyakit herpes
Baca juga: Ed Sheeran tampil di stasiun kereta bawah tanah New York
Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.