Jakarta (ANTARA) - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan bahwa Bursa Mineral dan Komoditas Strategis atau ICOMEX perlu waktu untuk menjadi bursa yang kredibel dan menjadi referensi global, serta relatif independen dari intervensi pemerintah.

"ICOMEX perlu waktu untuk menjadi bursa yang kredibel," kata Wijayanto saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pendirian ICOMEX sebenarnya terkesan terburu-buru, karena idealnya memanfaatkan bursa komoditas yang saat ini sudah ada (ICDX), sehingga tidak perlu membangun sistem dan organisasi baru.

Namun kata dia, ketika ICOMEX ingin dijadikan bursa yang kredibel dan menjadi referensi global, ada sejumlah persyaratan yang harus dicapai.

Baca juga: OJK: Timah jadi produk awal yang diperdagangkan dalam bursa ICOMEX

Seperti ICOMEX relatif independen dari intervensi pemerintah sehingga pelaku pasar merasa nyaman, kemudian regulasi dan governance pasar yang kuat, selain itu data harus real time dan transparan.

"Tidak hanya itu terkoneksi dengan pasar global, likuiditas tinggi dimana banyak “penjual", “produk” dan “pembeli”, dan juga sistem settlement dan delivery fisik yang handal," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketika persyaratan tersebut terpenuhi, Bursa Mineral, dan Komoditas Strategis juga masih perlu waktu sekitar 4-5 tahun.

Akan tetapi, kata dia, apabila ingin dipercepat maka semua eksportir diwajibkan menggunakan ICOMEX untuk seluruh kontrak ekspornya.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.