Jakarta (ANTARA) - Beberapa peristiwa humaniora terjadi di Tanah Air di sepanjang hari Rabu (16/9). Di antaranya, hasil operasi SAR jurnalis hilang hari kesembilan kembali tanpa temuan hingga Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat penyelaman KM Virgo
Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.
1. Hasil operasi SAR jurnalis hilang hari kesembilan kembali tanpa temuan
Basarnas mengonfirmasi operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kesembilan terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda nihil atau belum membuahkan hasil.
"Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu malam.
Dia menjelaskan bahwa seluruh unsur armada laut utama yang dikerahkan di delapan sektor pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun kapal.
Selengkapnya baca di sini
Baca juga: Polri dampingi keluarga jurnalis hilang di tengah ketidakpastian SAR
2. Polri sediakan 300 porsi makan per hari dukung operasi SAR jurnalis
Polri menyiagakan mobil dapur umum lapangan yang menyediakan sebanyak 300 porsi makanan siap saji per hari, bagi personel tim SAR gabungan, masyarakat, serta keluarga korban di Posko Utama SAR Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Posko SAR gabungan itu dalam misi mencari rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, dalam tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9).
Ketua Tim Dapur Lapangan Polri Sadiel Marbun di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu, menyampaikan operasional dapur umum dari Satuan Brimob Polda Banten tersebut didirikan sebagai bentuk aksi kemanusiaan.
Selengkapnya baca di sini
Baca juga: Polri sediakan 300 porsi makan per hari dukung operasi SAR jurnalis
3. Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat penyelaman KM Virgo
Badan SAR Nasional (Basarnas) menyiapkan berbagai skenario alternatif dalam pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 jika kondisi cuaca di perairan Laut Jawa terus menghambat pelaksanaan operasi tim penyelaman bawah laut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pencarian bawah laut menjadi salah satu sasaran utama operasi SAR hari ketiga. Namun akibat kondisi cuaca, belum memungkinkan tiga tim penyelam dan peralatan bawah laut yang telah disiapkan untuk dioperasikan dengan menjamin keselamatan personel.
“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety. Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan,” kata Syafii terkait perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam.
Selengkapnya baca di sini
Baca juga: Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat penyelaman KM Virgo
4. Tragedi KM Virgo Transport 8 dan asa yang tak putus
Suara mesin kapal yang perlahan mendekati Pelabuhan Trisakti Banjarmasin kembali membuat Mira Maulida menoleh, matanya tertuju ke arah dermaga, seolah berharap kapal yang baru tiba itu membawa kabar yang selama empat hari terakhir dinantikannya, sang adik, Isna Aulia (28) pulang.
Harapan itu kembali harus disimpan. Isna belum ditemukan. Mira masih bertahan di Pelabuhan Trisakti, mengikuti setiap perkembangan pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Di tempat itu, antara kedatangan kapal, aktivitas petugas, dan keluarga korban yang menunggu, perempuan warga Pelambuan, Banjarmasin Barat, tersebut menggantungkan harapan yang belum padam.
Selengkapnya baca di sini
Baca juga: Tragedi KM Virgo Transport 8 dan asa yang tak putus
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.