counter

Anak-anak serahkan dukungan FCTC kepada Puan

Anak-anak serahkan dukungan FCTC kepada Puan

Puan Maharani (ANTARA FOTO/Teresia May)

Saya sangat sedih melihat begitu banyak perokok dan saya juga sangat sedih bertambah banyaknya iklan rokok
Mataram (ANTARA News) - Sebanyak 100 surat yang ditulis anak-anak yang menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengakses Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) diserahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

"Ibu, kami titip ya untuk Bapak Presiden," kata Citra Demi Karina saat menyerahkan surat tersebut kepada Puan Maharani dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional 2016 yang dipusatkan di Taman Sangkareang, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu.

Selain Citra, surat tersebut juga diserahkan oleh Ikam Gading Fajar Romadhon dan Andre Rezky Pratama. Surat-surat tersebut merupakan pilihan mereka yang mewakili 11.000 surat yang ditulis tangan oleh anak-anak dari seluruh Indonesia.

Sebelum menyerahkan surat-surat tersebut, Gading juga membacakan salah satu surat yang ditulis Indira Syifa Febrianti, anak berusia 13 tahun dari Tangerang Selatan.

"Saya sangat sedih melihat begitu banyak perokok dan saya juga sangat sedih bertambah banyaknya iklan rokok. Padahal kita semua tahu begitu banyak efek yang ditimbulkan akibat merokok, terutama kematian," bunyi surat Indira yang dibacakan Gading.

Indira juga menyebutkan bahwa yang menjadi korban akibat rokok hingga meninggal bukan hanya yang merokok, tetapi juga yang tidak merokok karena mereka terkena paparan asap para perokok.

Karena itu, Indira meminta Presiden Joko Widodo untuk membebaskan anak-anak Indonesia dari iklan dan asap rokok melalui aksesi FCTC.

"Saya mendukung Pak Presiden untuk menandatangani FCTC. Saya mendukung Indonesia aksesi FCTC. Menghapus rokok di Indonesia adalah hal yang benar," tulis Indira.

Penggalangan surat dukungan terhadap FCTC itu dilakukan oleh para Pembaharu Muda yang dibina oleh Lentera Anak. Pada peringatan Hari Anak Nasional 2016, mereka berkesempatan menyerahkan langsung surat tersebut kepada pemerintah.

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar