Jakarta (ANTARA News) - Banjir bandang yang melanda Pandeglang, Banten, pada Minggu (24/7) sekitar pukul 21.00 WIB telah menyebabkan empat orang tewas, kata Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

"Bencana melanda empat desa di Kecamatan Labuan, yaitu Desa Teluk, Cigondang, Labuan, dan Desa Kalang Anyar, serta dua desa di Kecamatan Carita yaitu Desa Sukajadi dan Carita Kampung Cengkara," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan hujan deras tersebut menyebabkan longsor di perbukitan, kemudian terjadi banjir bandang.

Namun pada saat bersamaan air laut mengalami pasang, sehingga banjir menggenangi permukiman setinggi 50-150 sentimeter.

Pada saat bencana terjadi, beberapa mobil yang melintas di Jalan Raya Carita Labuan Km 9 Desa Sukajadi Kecamatan Carita terjebak lumpur setinggi 50 sentimeter.

Empat penumpang mobil, kata dia, ditemukan meninggal dunia diduga keracunan gas karbon monoksida (CO) akibat kendaraan tetap dihidupkan saat terjebak dalam longsor dalam waktu yang cukup lama.

Korban ditemukan saat mesin kendaraan masih dalam keadaan hidup.

Empat korban yang masih satu keluarga itu meliputi Evi Lutfiah (41), Ahmad A Yani (52), Syarifatul Ginayah (18), dan M Fahri (6).

Korban baru bisa dievakuasi pada Senin pagi, setelah ada pengerahan empat unit alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor dari Gunung Asepan.

Akibat bencana itu, sebanyak 285 kepala keluarga atau 988 jiwa terdampak langsung oleh banjir.

BPBD Kabupaten Pandeglang bersama TNI, Polri, BPBD Provinsi Banten, muspida, muspika, relawan dan dinas terkait melakukan pendataan dan evakuasi warga.

Dapur umum dan posko bencana telah didirikan. Empat alat berat dikerahkan untuk membersihkan lumpur.

Hingga saat ini sebagian banjir telah surut. "Lumpur masih dalam pembersihan. Sebagian jalan masih ditutup," kata dia pula.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016