84 JCH Nunukan dipastikan berangkat Tanah Suci

84 JCH Nunukan dipastikan berangkat Tanah Suci

Dokumentasi: Kedatangan Jamaah Haji Jamaah haji asal Kabupaten Nunukan yang tergabung dalam kloter 11 embarkasi Balikpapan, Kaltim tiba di Pelabuhan Lamijung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (29/10/15). (ANTARA FOTO/M Rusman) ()

Nunukan (ANTARA News) - Kementerian Agama menyebutkan sebanyak 84 jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dipastikan berangkat menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah pada 2016.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Muh Tahir di Nunukan, Senin, ketika ditanyakan kuota haji daerah itu pada pemberangkatan tahun ini.

Dari jumlah tersebut, dia mengaku telah lima kali menyelenggarakan manasik haji tingkat kabupaten ditambah manasik haji mandiri masing-maisng JCH sendiri dalam rangka persiapan dan tata cara pelaksanaan haji di Tanah Suci Mekkah nantinya.

"Persiapan-persiapan yang telah kami lakukan untuk persiapan JCH adalah manasik haji tingkat Kabupaten Nunukan terkait hal-hal yang perlu dilakukan selama menjalankan ibadah haji dan tata cara untuk mendapatkan kemabruran," ujarnya.

Muh Tahir menyebutkan, dari 84 JCH yang berangkat, sebanyak 24 laki-laki dan 60 perempuan yang berasal dari Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan, termasuk 26 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Sabah.

Ia juga mengutarakan, JCH tersebut akan meninggalkan Kabupaten Nunukan pada 21 Agustus 2016 menuju asrama haji di Kota Balikpapan, Kaltim selanjutnya pada 22 Agustus 2016 menuju Tanah Suci Mekkah.

Adapun Kemenag Kabupaten Nunukan sebenarnya mengusulkan kepada Kementerian Agama RI sebanyak 220 orang namun yang disetujui hanya 87 orang namun tiga orang dinyatakan batal berangkat karena faktor tertentu yang memang tidak dapat diganti namanya.

Kemudian JCH yang berangkat 2016 merupakan pendaftar Januari-Mei 2009 meskipun masih ada yang tertinggal sehingga menjadi skala prioritas pemberangkatan 2017 nanti.

Pewarta: M Rusman
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar