Barusan saya bersama Komandan Korem 042/Gapu meninjau langsung kondisi karhutla. Dari hasil pantauan udara, api masih terlihat aktif dan merayap di lahan gambut dengan cakupan yang cukup luas
Kota Jambi (ANTARA) - Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Dansatgas Karhutla) Provinsi Jambi Al Haris menilai pemadaman kebakaran di dalam kawasan Taman Nasional (TN) Berbak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur hanya bisa dilakukan melalui udara (water bombing) dan Operasional Modifikasi Cuaca (OMC).
Pernyataan itu disampaikan usai Satgas Karhutla Jambi melakukan patroli udara memantau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut.
"Barusan saya bersama Komandan Korem 042/Gapu meninjau langsung kondisi karhutla. Dari hasil pantauan udara, api masih terlihat aktif dan merayap di lahan gambut dengan cakupan yang cukup luas," kata Al Haris di Jambi, Senin.
Baca juga: Pemadaman karhutla di TN Berbak dimaksimalkan melalui udara
Ia mengatakan pemadaman karhutla di lokasi tersebut menghadapi kendala berat. Tim Satgas Darat kesulitan menjangkau titik api karena lokasi yang terbakar berada di tengah hutan dengan akses transportasi yang sulit dijangkau.
"Pasti sulit bagi tim darat untuk langsung menjangkau lokasi karena akses hutan belantara. Penanganan paling efektif saat ini adalah melalui water bombing atau mengandalkan hujan," ucapnya.
Sebagai langkah penanganan cepat, Satgas Karhutla Jambi telah mengarahkan helikopter pemadam untuk melakukan pengeboman air di lokasi Desa Labuan Pering, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Baca juga: Satgas karhutla Jambi kirim alat berat tangani kebakaran di TN Berbak
Selain itu pihak satgas saat ini telah bersiap melaksanakan OMC jika kondisi awan memenuhi syarat.
Menanggapi estimasi luas wilayah yang terbakar, Al Haris menyatakan belum dapat merilis angka pasti mengingat hal itu area kebakaran berada di dua wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.
"Kami belum menghitung secara final, nanti akan terlihat pergerakannya dari hotspot, firespot, hingga tindakan personel di lapangan. Total luas areal yang terbakar di wilayah Jambi akan dihitung secara akurat setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan," ucap Al Haris.
Baca juga: Balai TN Berbak dan Sembilang pastikan pemulihan lahan pasca kebakaran
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.