Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menyiagakan alat berat eskavator untuk seluruh kabupaten/kota di Aceh yang berpotensi terjadinya banjir berulang akibat hujan deras yang kini melanda Tanah Rencong.

"Untuk mengantisipasi banjir di masing-masing kabupaten, sudah kita siagakan alat berat," kata Kepala BWS Sumatera I, Asyari, di Banda Aceh, Selasa.

Asyari mengatakan, alat berat yang disiagakan tersebut masing-masing satu unit per daerah. Tetapi, dapat ditambahkan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

Karena, kata dia, selain alat berat yang disiapkan Kementerian PU, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak rekanan yang sedang bekerja di lapangan. Mereka akan memberi dukungan ke daerah terdekat jika dibutuhkan.

"Rekanan kita yang sedang bekerja di daerah terdekat kita minta untuk membantu. Jadi saat terjadi banjir, mereka (rekanan) wajib membantu membersihkan sampah-sampah akibat banjir tersebut," ujarnya.

Alat berat itu, kata dia, penting disiagakan agar bisa bekerja cepat membersihkan sampah-sampah atau material kayu terbawa banjir, hingga menutup tanggul-tanggul sungai yang jebol.

Sejauh ini, lanjut Asyari, berdasarkan hasil pengamatan lapangan, terdapat beberapa daerah di Aceh yang rawan terjadinya banjir berulang, yaitu Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Singkil dan wilayah Pidie.

"Penanganan tanggap darurat ini untuk mencegah dampak yang lebih luas, jadi konsep penanganan darurat menutupi tanggul yang putus, membuka alur sungai, membersihkan sampah dan normalisasi sungai supaya airnya bisa lancar," kata Asyari.

Baca juga: Kementerian PU bersihkan material kayu banjir di Aceh Tenggara

Baca juga: Kementerian PU bangun baru SPAM rusak akibat bencana di Aceh Tengah

Selain itu, terkait penanganan tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh secara keseluruhan, Asyari menyampaikan bahwa progresnya sudah mencapai 92,5 persen. Ditargetkan proses rehab-rekon bisa berjalan pada Oktober 2026 ini.

"Tanggap darurat sudah 92,5 persen, pekerjaan rehab-rekon dalam proses lelang, target kira Oktober 2026 ini bisa berjalan semua," katanya.

Asyari menuturkan, untuk kegiatan rehab-rekon nantinya, BWS Sumatera I bakal melakukan penanganan sungai dari hulu ke hilir, target penyelesaian hingga 2028 mendatang.

Di hulu sungai, BWS bakal membangun sabodam (bangunan pengendali), sehingga diharapkan material banjir seperti kayu-kayu bisa tertahan diatas.

Kemudian, di wilayah tengah, BWS melakukan perkuatan serta normalisasi sungai untuk melindungi pemukiman masyarakat, persawahan, fasilitas publik dan lainnya.

"Lalu, untuk di hilirnya kita lakukan pengerukan muara serta membangun jetty. Terutama yang ada lalulintas kapal nelayan," demikian Asyari.

Baca juga: Satgas PRR: Keterlambatan serapan TKD bencana bisa dikenakan sanksi

Baca juga: Menteri PU meminta uji geoteknik pada titik longsor di Aceh Tengah

Baca juga: PU pulihkan jembatan yang kembali dihantam banjir di Gayo Lues, Aceh

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.