Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima perwakilan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg yang sebelumnya mengalami pembubaran ibadah untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka terkait pelaksanaan ibadah yang aman dan nyaman.

Menurut keterangan diterima di Jakarta, Rabu, Pendeta GKPI Rajeg Hadi Sucipto Pakpahan dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian Wapres terhadap kondisi yang dialami jemaatnya.

"Tentunya arahan dari Pak Wapres supaya jemaat juga tetap tenang, tetap bersukacita, dan juga boleh tetap menjaga kekondusifan di tengah-tengah masyarakat. Lalu kemudian juga kami tetap diarahkan supaya boleh tetap beribadah dengan nyaman," katanya.

Lebih lanjut, Pendeta Hadi mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian Wapres terhadap jemaat GKPI Rajeg.

Ia juga menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan yang dihadapi jemaat perlu dilakukan dengan mengedepankan kerukunan, mematuhi ketentuan perizinan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar.

"Dan tentunya saya sangat bersyukur kalau Pak Wapres memiliki perhatian yang penuh. Artinya, Pak Wapres juga peduli ya dengan apa yang dialami oleh jemaat GKPI Rajeg, dan tentunya arahan-arahan yang diberikan ya supaya kami tetap semangat, supaya kami juga tetap mengutamakan kerukunan dalam umat beragama," tutur Pendeta Hadi.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan aspirasi jemaat mengenai proses perizinan agar dapat diurus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Dan seperti yang saya katakan tadi, pendekatan terhadap masyarakat sekitar supaya kita menjaga silaturahmi ke depannya," katanya menambahkan.

Sebelumnya, terjadi pembubaran ibadah di rumah doa GKPI Rajeg di Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (20/9) yang dilakukan sekelompok orang, termasuk seorang yang membawa senjata tajam.

Merespons kejadian itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang kemudian menggelar mediasi pada Minggu malam dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Kementerian Agama, jajaran Polres, Muspika Rajeg, FKUB, tokoh masyarakat, serta pengurus rumah doa.

Dalam kesempatan itu, individu yang membawa senjata tajam kemudian menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya.

Pascakejadian, Pemerintah Kabupaten Tangerang kemudian memindahkan sementara kegiatan ibadah jemaat ke Pasar Kemis.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.