Moskow (ANTARA) - Hampir 80 orang mengalami luka-luka saat aksi protes siswa sekolah menengah di Prancis, kata Menteri Pendidikan Nasional Edouard Geffray pada Rabu.

"Hal yang membuat saya khawatir bukanlah para siswa sekolah menengah mengajukan yang tuntutan... Bagi saya yang mengkhawatirkan adalah kekerasan. Sejak terjadi protes, 76 orang terluka, dan 18 di antaranya adalah pegawai lembaga pendidikan," kata Geffray di radio RTL.

Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.

Dalam beberapa kasus, aksi protes berujung pada kerusuhan. Pada Selasa (29/9), sekitar 10 universitas dan lebih dari 400 sekolah menengah di seluruh Prancis diblokade, menurut serikat pelajar nasional Prancis.

Sumber: Spuntik-OANA

Baca juga: Uni Eropa bahas krisis energi di tengah ancaman pasokan diesel AS

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.