Moskow (ANTARA) - Polisi Prancis menahan lebih dari 600 orang pada Rabu di tengah aksi protes pelajar sekolah menengah di negara tersebut, kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez.

"Perlu saya ingatkan bahwa kemarin, sepanjang hari, ada 440 penahanan. Sekarang jumlahnya mencapai 625," kata Nunez dalam konferensi pers di Paris.

Menurut data awal, aksi protes pada Rabu berdampak pada 356 sekolah dan institusi pendidikan, meningkat dari 338 pada hari sebelumnya. Menteri tersebut mengatakan 83 aparat penegak hukum mengalami luka-luka.

Nunez mengatakan gerakan protes semakin meluas dan menjadi semakin keras, terutama terhadap polisi dan institusi pemerintah.

Menteri Pendidikan Nasional Edouard Geffray dalam konferensi tersebut mengatakan sebanyak 119 siswa dan pegawai institusi pendidikan mengalami luka-luka sejak 25 September.

Pelajar sekolah menengah di Prancis telah melakukan aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal belajar yang terlalu padat, kekurangan guru, serta berbagai persoalan lain di sektor pendidikan.

Dalam sejumlah kasus, aksi protes tersebut disertai kerusuhan dan pembakaran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Penerjemah: Katriana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.