The Shallows, pertarungan Blake Lively dengan hiu di laut dangkal

Oleh Nanien Yuniar

The Shallows, pertarungan Blake Lively dengan hiu di laut dangkal

The Shallows (Instagram/shallowsmovie)

Jakarta (ANTARA News) - Salah satu formula klasik dark film horor atau thriller adalah tempat yang terisolasi di mana pemeran utama tak bisa melarikan diri dari lawannya, entah itu hantu atau penjahat.

Demikian juga dengan "The Shallows" besutan sutradara Jaume Collet-Serra.

Bedanya, Nancy Adams (Blake Lively) terisolasi di pantai rahasia tak bernama di Meksiko untuk berselancar.

Mahasiswi sekolah medis itu datang dari Texas khusus untuk melakukan napak tilas ke tempat mendiang ibunya pergi saat mengandung dirinya. Ia hanya bertemu dua peselancar lokal, mereka bersama-sama menikmati laut biru yang serasa bagai milik pribadi.

Dua pria itu pamit saat senja tiba, meninggalkan Nancy sendirian. Nancy tak sadar nyawanya sedang terancam oleh hiu putih yang bersembunyi di laut dangkal.

Hewan itu secara agresif mengigit kaki Nancy, membuat gadis muda ini tak kuasa berenang kembali ke pantai yang jaraknya sebenarnya tak jauh. Namun, nekat berenang berisiko tinggi karena darahnya akan menarik perhatian hiu.

Terdampar di atas batu karang ditemani seekor burung camar (yang dinamai Steven Seagull, plesetan dari Steven Seagal), Nancy hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk bisa kembali ke darat tanpa kehilangan salah satu bagian tubuhnya.

Konsep minimalis di mana penonton hanya bisa melihat Blake Lively, laut, hiu dan burung camar (juga bangkai paus, ubur-ubur dan karang tajam yang diam-diam mengintai di bawah permukaan laut) membuat "The Shallows" berpotensi membosankan bila konflik yang disuguhkan tak mampu menarik hati penonton.

Untunglah akting Blake Lively cukup memuaskan untuk menahan penonton agar tak beranjak dari tempat duduknya selama film yang berdurasi 87 menit.

Selama itu, kita bisa melihat Nancy berselancar (peselancar Isabella Nichols menjadi body double dari Lively untuk adegan-adegan itu), naik ke atas bangkai paus, mengobrol dengan Steven Seagull, makan kepiting, dan tentu saja berlindung dari hiu.

Bagi yang bernyali kecil, bersiaplah menonton adegan-adegan menegangkan selama petak umpet dengan hiu. Ada adegan berdarah-darah yang bisa membuat mata ingin seketika terpejam. Atau secara tak sadar mulut Anda mengeluarkan erangan karena tak kuasa melihat Nancy menjahit luka gigitan hiu dengan peralatan seadanya.

Di sisi lain, kita bisa menikmati keindahan pulau Lord Howe di Australia dari ketinggian, mengamati proses berselancar dari sudut pandang berbeda yang keren, serta adegan ubur-ubur bersinar yang membuat laut seakan ruangan pesta. 

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar