Toko online ini bantu petani kopi mendunia

Toko online ini bantu petani kopi mendunia

Startup khusus online coffee store, Otten Coffee, dalam kampanye Lazada "Buatan Indonesia: Dari Indonesia untuk Dunia", di Jakarta, Senin (8/8/2016). (ANTARA News/ Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA News) - Startup khusus kopi, Otten Coffee, membantu petani kopi Indonesia mendunia melalui pemasaran online ke mancanegara.

Didirikan 2008, dan memulai e-commerce pada 2014 startup yang menjual segala hal tentang kopi itu menghadirkan berbagai jenis kopi khas Indonesia, mulai dari kopi Gayo asal Aceh, kopi Kintamani asal Bali, hingga kopi Manggarai asal Flores.

"Kami mengambil biji kopi langsung dari petani," kata Bernice Syaiful, Business Development Otten Coffee, kepada ANTARA News, ditemui dalam kampanye Lazada "Buatan Indonesia: Dari Indonesia untuk Dunia", di Jakarta, Senin (8/8).

Bernice mengungkapkan biji kopi khas Indonesia itu telah mulai diekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara sejak 2009, yang kemudian meluas ke Eropa.

"Di Filipina favorit-nya Aceh Gayo. Kalau Eropa mereka cenderung suka yang pekat, rasanya kuat dan pahit," ujar dia.

"Di Wales Eropa, kami banyak memasok untuk coffee bike (kopi keliling)," sambung dia.

Tidak hanya membantu petani kopi Indonesia mendunia, Otten Coffee juga baru saja membuat program khusus bagi para petani kopi pada Ramadhan lalu.

"Puasa kemarin kami menjalani satu program untuk mendukung petani kopi Indonesia dimana pembelian akan didonasi sebesar 10 persen untuk para petani kopi," kata Bernice.

Basis Otten Coffee yang berlokasi di Medan, menurut Bernice, justru memudahkan proses ekspor karena berdekatan dengan Singapura.

Selain menduniakan kopi Indonesia, Otten Coffee juga berniat untuk membuat kopi Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dengan adanya online store, Otten Coffe menghadirkan berbagai macam program yang mendukung perkembangan dunia kopi, salah satunya gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia demi meng-"kopi"-kan Indonesia.

Tidak hanya menjual biji kopi, Otten Coffee juga menawarkan alat dan mesin kopi. Meski demikian, biji kopi tetap menjadi penjualan terbesar (67,2 persen), dibanding peralatan (25,8 persen), aksesoris (6,5 persen) dan mesin espresso (0,34 persen).

Data dari International Coffee Organization (ICO) menunjukkan total konsumsi 3,6 juta bag pada 2012. Lebih lanjut, data ICO mengungkap bahwa konsumsi kopi meningkat secara cepat dengan rata-rata 6 persen per tahun sejak 2000, dan 5 persen per tahun sejak 1990.

Melihat tren konsumsi kopi tersebut, Otten Coffee optimis permintaan biji kopi Indonesia akan terus meningkat ke depannya.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kementerian koperasi dan UKM gandeng startup wujudkan digitalisasi UMKM

Komentar