RRI-AMA Indonesia deklarasikan Hari Motivasi Nasional

RRI-AMA Indonesia deklarasikan Hari Motivasi Nasional

Dokumentasi: Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) M. Rohanudin. (rri.co.id)

Jakarta (ANTARA News) - Radio Republik Indonesia dan Asosiasi Manajemen Indonesia mendeklarasikan Hari Motivasi Nasional untuk menggerakan seluruh komponen masyarakat agar semangat bekerja dan berkarya.

"Motivasi adalah bahan bakar utama untuk meraih kesuksesan. Indonesia sebagai sebuah negara yang besar dengan sekitar 250 juta penduduknya tentu membutuhkan masyarakat yang memiliki motivasi tinggi untuk menjadi pribadi yang sukses yang bermuara menjadi negara yang kuat," kata Direktur Program dan Produksi RRI Soleman Yusuf di Auditorium RRI, Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, Harmonas dicetuskan oleh RRI dan AMA Indonesia dengan maksud membuat masyarakat Tanah Air menjadi lebih produktif, dan mulai saat ini akan diperingati setiap 12 Agustus, tuturnya.

Sementara itu, Presiden AMA Indonesia Handi Irawan mengatakan momentum deklarasi Harmonas diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi percepatan Indonesia menjadi negara maju.

"Mudah puas dan berputus asa merupakan musuh bangsa yang ingin maju, makanya di sini kita dipacu untuk bergerak dan produktif. Kita tidak boleh puas dengan kondisi yang sudah ada," jelasnya.

Handi menyampaikan keyakinan untuk meraih target yang lebih besar saat ini harus ditanamkan kepada masyarakat, sehingga semangat bangsa dikobarkan untuk selalu membangun nusa yang bermuara pada jaya.

"Saya yakin jiwa kontribusi bangsa yang kuat dan ditambah bonus demografi yang diramalkan kepada Indonesia tujuh tahun lagi menjadikan Indonesia mampu menjadi salah satu bangsa besar di dunia," ujar Handi.

Deklarasi Harmonas ini dihadiri Sri Sultan HB X, Ketua Umum Panitia Harmonas 2016 dan Ketua Umum Asosiasi Manajemen Indonesia Cabang DKI Jakarta Suhartono Chandra, Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia Mindiarto Djugorahardjo, serta beberapa perwakilan instansi negara.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar